Sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya mulai terendam banjir. Terlihat di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, akses jalan di wilayah tersebut tak bisa lagi dilalui kendaraan. Ketua RW 01 Kelurahan Petuk Ketimpun, Dalaji Murad (65) menyebutkan kondisi banjir tersebut, sudah terjadi sejak empat hari yang lalu. Padahal sebelumnya, kondisi banjir masih bisa diprediksi. “Banjir musiman nggak selalu jalan kita seperti ini. Tapi kalau sekarang banjirnya tidak bisa diprediksi. Bisa empat kali lima kali dalam setahun. Kalau dulu airnya datang, bulan ini akan datang banjir. Kalau sekarang nggak bisa diprediksi,” ujarnya, Selasa (15/11).

Jalan menuju Petuk Ketimpun Bawah, kata Dalaji kini tak bisa dilewati oleh mobil. Sedangkan untuk sepeda motor bisa dilalui dengan cara mematikan mesin, dan hanya bisa dituntun.

“Kalau di Petuk Ketimpun dikatakan hampir 99 persen mempunyai perahu, karena pekerjaan mereka nelayan, sehingga mereka tidak terlalu peduli dengan kondisi ini,”katanya. Sementara, menurut salah seorang warga lainnya, Eva (29) saat ditemui di wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun menyebutkan, sebagian besar warga yang ingin ke wilayah perkotaan harus menggunakan perahu kecil. Sebab, kondisi jalannya sudah tak bisa digunakan dengan kendaraan roda dua karena airnya dalam.

“Orang berangkat kerja jual ikan kan banyak ke pasar, jadi harus pakai perahu gitu. Orang kerja kantoran juga pakai perahu, gak bisa pakai motor lagi,”ujarnya. Sedangkan saat disinggung soal pelayanan kesehatan, dia mengaku masih dirasa sangat kurang. Kalaupun ingin berobat, menurutnya warga harus pergi ke Puskesmas Jekan Raya. “Pustu di wilayah Petuk Ketimpun Bawah belum jalan,” ungkapnya. (hfz)