Program Food Estate santer didengungkan di Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satunya soal lahan singkong di Kabupaten Gunung Mas. Tepatnya berada Kecamatan Sepang. Namun laporan masyarakat, lokasi tersebut tidak ada tanaman singkong bahkan aktivitas pertanian dan sebagainya. Laporan masyarakat tersebut didapat saat anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Duwel Rawing, melaksanaan reses perseorangan beberapa hari yang lalu.

''Saya tidak sempat ke lokasi tersebut. Namun berdasarkan laporan masyarakat yang berada di sana bahwa program Food Estate Singkong saat ini di lapangan tidak ada apa-apa. Hanya tanaman liar dan tanah saja. Bahkan masyarakat juga menyampaikan kepada saya, bahwa pihaknya bertanya mengenai sertifikat yang telah diserahkan kepada pihak pengelola Food Estate untuk dipertanyakan kejelasan mengenai program Food Estate tersebut,” kata Duwel Rawing dikonfirmasi media di Gedung Komisi DPRD Provinsi Kalteng, Rabu (9/11/2022).

Karena kata Duwel Rawing, berdasarkan laporan masyarakat, tanah yang digarap itu adalah milik masyarakat, sekaligus di dalamnya ada juga kebun karet yang telah digarap habis untuk program Food Estate Singkong tersebut. Politisi senior yang juga pernah menjabat Bupati Katingan ini berharap, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi, segera melaksanakan program tersebut dan turun ke lapangan, supaya jelas kejelasannya kepada masyarakat.

''Berdasarkan Informasi masyarakat ada empat desa yang terdampak. Saya ambil contoh salah satunya dari Desa Sepang Kota saja lebih dari 20 Kepala Keluarga (KK). Saya sampaikan kepada mereka bahwa hak kalian jangan hilang begitu saja tapi harus ada prosesnya terutama terkait sertifikat tanah beserta program Food Estate Singkong tersebut,'' pungkasnya. (rin)