Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez memuji keputusan Gerard Pique untuk pensiun atau gantung sepatu sebagai pesepak bola profesional. Menurut Xavi, itu adalah ‘sikap kebesaran yang spektakuler’ dari seorang pemain hebat dan pemberani. Gerard Pique memutuskan mengakhiri karirnya yang gemilang lewat pengumumannya pada Kamis (3/11), mengatakan dia akan berhenti bermain sepak bola ketika LaLiga istirahat untuk Piala Dunia 2022 Qatar bulan November ini.

Pique, 35, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di media sosial bahwa pertandingan Liga Spanyol, pada Sabtu (5/11) melawan Almeria akan menjadi pertandingan terakhirnya di Camp Nou. Laga terakhir bagi legenda Barcelona setelah 14 tahun bersama raksasa Catalan itu sejak kembali dari Manchester United pada 2008. Pemenang Piala Dunia 2010 ini memiliki kontrak dengan Barcelona hingga 2024 tetapi dia akan merelakan satu setengah tahun gajinya, laporan surat kabar La Vanguardia.

Keputusan itu akan membantu Barcelona meningkatkan margin financial fair play mereka karena Pique adalah salah satu pemain dengan bayaran tertinggi klub. Menanggapi keputusan mantan rekan setimnya, Xavi, yang sekarang menjadi pelatih Barcelona memuji keputusan Pique. “Pique adalah pemain yang masih memiliki kontrak dan yang bisa melanjutkan di klub, jadi gerakannya menunjukkan kehebatan yang spektakuler,” kata Xavi, Jumat (4/11).

“Kami melakukan percakapan pribadi di awal musim panas. Saya harus menjelaskan niat saya kepadanya dan itu adalah salah satu momen tersulit yang harus saya lakukan sebagai pelatih.” “Kami mendengar tentang keputusan Pique minggu ini. Tentunya saya memiliki bobot penting dalam membuat keputusan ini, tetapi kenyataannya adalah saya harus membuat keputusan dan dalam banyak situasi orang lain mempermainkan Pique.” “Pique pemberani, seorang pemenang, rekan setim yang hebat, dan orang yang sangat cerdas. Dia telah menjadi kapten yang hebat untuk Barca,” ujarnya.

Menurut Xavi, setelah memutuskan gantung sepatu, Gerard Pique bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Termasuk jadi presiden Barcelona kelak. “Gerard bisa menjadi presiden Barca dan dia bisa menjadi apa pun yang dia inginkan karena dia memiliki banyak kapasitas dan kepemimpinan. Tidak diragukan lagi,” tutur Xavi. “Bagi saya tidak melegakan dia pergi sekarang. Ini adalah keputusan pribadi baginya, karena keadaan dan karena percakapan yang kami lakukan di musim panas.”

“Saya sudah mencoba jujur dengan Pique. Pesepakbola selalu merasa ketika Anda tidak memainkannya, pelatih yang harus disalahkan.” “Itulah mengapa saya mengatakan bahwa terkadang pekerjaan seorang pelatih tidak menyenangkan karena Anda harus membuat keputusan yang sulit. Percakapan yang kami lakukan bersifat pribadi,” pungkas Xavi. (ps/)