Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Palangka Raya memprediksi adanya potensi hujan yang hampir merata se-Kalteng. Ada kemungkinan turun hujan secara merata di semua wilayah Kalteng dengan intensitas sedang hingga lebat. Karena itu, masyarakat di daerah-daerah rawan banjir diminta untuk selalu waspada dan hati-hati menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Perihal potensi hujan yang merata di wilayah Kalteng ini diutarakan prakirawati BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Lian Adriani.

Dikatakannya bahwa selama satu minggu ke depan hampir seluruh wilayah Kalteng berpotensi turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun Lian tidak menyebut secara spesifik persebaran hujan. Menurut pemantauan pihaknya, potensi hujan merata se-Kalteng. “Jadi hampir merata di seluruh wilayah Kalteng untuk potensi hujan lebat, itu untuk tiga sampai tujuh hari ke depan,” bebernya, Kamis (3/11).

“Tiga hari ke depan ini ada potensi turun hujan lebat, merata se-Kalteng, lalu untuk hari-hari berikutnya turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir seluruh wilayah Kalteng,” imbuhnya. Dengan adanya potensi hujan lebat yang merata selama tiga hari ke depan, masyarakat Kalteng diimbau untuk selalu waspada. Terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah-daerah rawan banjir. “Karena potensi hujan cukup tinggi, jadi ada kemungkinan sungai-sungai akan cepat meluap, ya,” ucapnya.

Selama hujan deras terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kalteng, maka beberapa daerah berpotensi mengalami banjir. Menurut data yang pihaknya himpun, berdasarkan update terbaru peta prakiraan potensi banjir awal November 2022, wilayah bagian utara, tengah, serta barat Kalteng berpotensi terjadi banjir.

“Awal November ini perlu diwaspadai daerah-daerah potensi banjir. Termasuk wilayah bagian utara dan tengah Kalteng, seperti Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan bagian utara, Kapuas, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Gunung Mas, dan Katingan bagian utara,” sebutnya. Pihaknya mengimbau masyarakat Kalteng untuk lebih hati-hati saat turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, karena dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.

“Kami ingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan berhatihati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” tuturnya. Sementara itu, kondisi banjir yang melanda sejumlah darah di Kalteng berangsur surut. Walaupun data terakhir yang dirilis BPBD Provinsi Kalteng masih ada enam kabupaten yang terdampak. Di antaranya Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), Sukamara, Seruyan, Pulang Pisau, dan Katingan. Sejauh ini ada 18.282 kepala keluarga (KK) terdampak, 2.710 KK terpaksa mengungsi, dan 14.093 rumah warga masih terendam.

Selain itu, 250 fasilitas umum masih terendam. Terdiri dari 29 fasilitas kesehatan, 57 rumah ibadah, 51 fasilitas pendidikan, 17 gedung pemerintah, dan 96 jalan/jembatan. Untuk mengatasi bencana banjir ini, disiapkan 9 posko kesehatan, 18 tenda pengungsian, 34 gedung pengungsian, 30 dapur umum, dan 8 MCK. Kepala BPBD Kalteng Falery Tuwan menjelaskan, saat ini banjir di sejumlah daerah mulai surut.

“Saat ini kondisi berangsur membaik, daerah yang masih banjir itu di bagian hilir, sementara di wilayah hulu sudah surut,” ucap Falery Tuwan, Kamis (3/11). Ia juga menyebut bahwa saat ini tidak ada penambahan daerah yang tertimpa bencana banjir. “Seperti yang diinformasikan gubernur kemarin, banjir di empat kabupaten/kota telah surut, tinggal enam kabupaten yang masih terendam, belum ada penambahan daerah terdampak,” sebutnya. (dan)