Seorang pria berinisial A diduga  melakukan persetubuhan, terhadap gadis di bawah umur berinisial B (16). Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan mengatakan, awal kejadian ini ketika terduga pelaku dan korban berkenalan kurang lebih selama lima hari melalui aplikasi hello yo.

"Setelah itu korban dan terduga pelaku ini sering berkomunikasi melalui chat, setelah itu korban dan terduga pelaku berjanji untuk bertemu. Lalu pada hari Selasa 1 November 2022 sekitar pukul 15.00 WIB, korban dijemput oleh terduga pelaku di sebuah TK Beringin Banturung," ucap Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, saat press relese di Mapolresta Palangka Raya, Kamis (3/11/2022). Kemudian korban dan terduga pelaku ini pergi ke arah Palangka Raya, dan langsung menuju ke sebuah wisma, sesampainya di wisma korban dipaksa oleh terduga pelaku untuk melakukan hubungan badan, namun korban berusaha menolak.

"Namun saat mendapat penolakan tersebut, terduga pelaku tetap memakasa untuk berhubungan badan. Korban pun berteriak minta tolong dan ditolong oleh orang yang menginap di wisma tersebut, dengan cara membuka jendela kamar,"tambahnya. Setelah korban berhasil keluar dari kamar tersebut, lalu bercerita kepada pemilik wisma bahwa dirinya sudah diperkosa. "Korban kemudian menghubungi temannya untuk dijemput, dan setelah teman korban datang bersama temannya korban pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, dan menghubungi pihak keluarga. Atas kejadian tersebut pihak kepolisian bergerak dan mengamankan terduga pelaku," jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu lembar celana kulot pliket warna hitam, satu lembar kaos lengan pendek warna hitam, satu lembar sweater rajut warna biru, satu lembar BH warna hitam, satu lembar celana dalam warna merah muda. "Terduga pelaku dikenakan pasal 81 UU RI NO.17 TAHUN 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU NO.1, tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI NO.23, tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan denda 5 milyar,"ungkapnya.  (**)