Banjir di Kalteng merendam berbagai fasilitas umum. Salah satunya sekolah. Berdasarkan data yang masuk, ada 19.990 KK dan 254 fasilitas umum terdampak. Seperti fasilitas pendidikan, sarana pelayanan kesehatan, tempat ibadah, gedung dan perkantoran, serta jembatan dan jalan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Syaifudi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program khusus untuk siswa yang ketinggalan pembelajaran akibat bencana banjir yang melanda. Sebagai penanggung jawab pengelolaan pendidikan, pihaknya akan berusaha agar materi-materi yang disampaikan bisa dituntaskan dan diterima oleh para pelajar.

“Program tersebut berupa penambahan jam pembelajaran dan tugas mandiri. Namun tugas tersebut tidak akan dipaksakan,” ucap Syaifudi.

Kebijakan itu dibuat setelah pihaknya meninjau lokasi banjir bersama Gubernur Sugianto Sabran. Ia menjelaskan, sudah dua minggu lebih tidak ada aktivitas pembelajaran di SMK Negeri 4 Pangkalan Bun.

“Proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan karena gedung sekolah terdampak banjir, seperti di SMKN 4 Pangkalan Bun,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kalteng Erlin Hardi menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas-dinas di kabupaten/kota terdampak banjir untuk keperluan pendataan.

“Sekarang masih banjir, nanti kami akan lakukan koordinasi dengan dinas yang ada kabupaten/kota terdampak banjir untuk urusan pendataan,” ucap Erlin.

Pihaknya memastikan bahwa ke depannya ada beberapa fasilitas, jalan, dan rumah yang akan diperbaiki. Untuk itu perlu ada koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota untuk penanggulangan kawasan terdampak banjir. “Koordinasi ini juga untuk pelaksanaan nanti, sudah ada pembagian pekerjaan sesuai dengan koridor,” tegas Erlin.