Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim) merupakan desa yang selalu menjadi terparah kalau terjadi banjir setiap tahunnya. Saat ini, banjir sudah 1,5 bulan melanda desa tersebut dengan kondisi sangat parah. Beberapa tahun silam pemerintah Kabupaten Kotim pernah membantu pembangunan rumah untuk warga Desa Hanjalipan di lokasi yang lebih tinggi. Sayangnya saat itu sebagian rumah tersebut tidak ditempati oleh warga. Tetapi dengan banjir yang semakin parah, kini banyak warga yang menyuarakan opsi relokasi tersebut. 

"Pemerintah daerah saat ini sedang dipertimbangkan opsi untuk merelokasi permukiman warga yang di daerahnya menjadi langganan banjir parah, dan kami telah melihat tempat relokasi apabila di Desa Hanjalipan terjadi banjir. Dulu pernah dilakukan relokasi untuk warga berupa rumah-rumah yang tempatnya disesuaikan dengan kepemilikan tanah," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotim, Wiyono, Jumat (21/10).

Dirinya menyampiakan saat meninjau lokasi untuk relokasi, ia menyaksikan sendiri terlihat ada dua rumah yang masih berdiri tetapi sudah tidak layak untuk dihuni. Ada juga informasi dari pemerintah desa bahwa beberapa tempat sudah tidak ada rumahnya. "Lahan yang di bukit cocok untuk relokasi karena dekat dengan pusat desa dan akses jalannya juga dekat dengan ibu kota kecamatan. Jaraknya sekitar satu kilometer dari sungai di atas bukit. Sebagian ada juga yang tidak bagus lagi karena banjir," ujar Wiyono. Dirinya mengatakan Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Sosial sudah tiga ton beras disalurkan ke beberapa kecamatan yang dilanda banjir. Dinas Sosial juga ada mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial dan diharapkan segera dikabulkan. 

"Kemarin kami ke Kecamatan Kota Besi menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Bantuan tersebut dari Kementerian Sosial melalui Bulog sebanyak satu ton berupa 200 sak dengan setiap sak 5 kilogram. Untuk Desa Hanjalipan sebanyak 100 sak, Simpur 50 sak dan Soren 50 sak," sampai Wiyono. Ia berharap bantuan tersebut bisa membantu masyarakat korban banjir, setidaknya untuk satu minggu. Desa Hanjalipan sudah tiga kali diberikan bantuan dalam banjir yang melanda sekitar 1,5 bulan. Terkait dapur umum, menurutnya bisa saja didirikan kalau pemerintah daerah sudah menetapkan status dari siaga menjadi tanggap darurat banjir. Melihat kondisi saat ini, paling tidak ada beberapa desa yang statusnya dinaikkan menjadi tanggap darurat sehingga bisa menjadi dasar membuat dapur umum. 

"Kalau Desa Hanjalipan layak naik status karena kedalamannya sudah lebih dari 1,5 meter dari tanah sehingga mereka sudah tidak bisa lagi beraktivitas. Nanti ada program beras CBD yang bisa kita gunakan sesuai kebutuhan masyarakat karena dihitung per hari 0,4 kilogram," tutupnya. (bah)