Kepala Kejaksaan Negeri Kota Palangka Raya,  Totok Bambang Sapto Dwidjo melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) , Cipi Perdana mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kasus korupsi budidaya jambu kristal tahun anggaram 2020. “Perkembangan hasil perhitungan belum ada dan belum kami terima (hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara BPK,red),”ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/10). Namun demikian ia menerangkan hingga saat ini, proses penyidikan terkait kasus dugaan korupsi budidaya jambu kristal tahun anggaran 2020 tetap berjalan.

Sekedar mengingat, kasus dugaan korupsi budidaya jambu kristal mencuat sejak pertengahan bulan Januari 2022. Hingga kini perkembangannya masih menunggu hasil audit kerugian keuangan  negara dari BPK. Dari proses penyidikan yang dilakukan Kejari Palangka Raya, fakta yang ditemukan diantaranya bibit yang dibeli tidak memiliki sertifikasi dan melalui proses karantina. Kemudian pengadaan bibit dilakukan di wilayah Bogor sebanyak 12.500 bibit.

Selain itu, pihak ketiga yakni perusahaan berbentuk CV yang ditunjuk dalam proyek tersebut tidak bekerja dan tidak semua petani penerima bibit menerima uang dan pupuk yang sudah dianggarkan dalam proyek itu. Kemudian, bibit yang sudah datang itu tidak diserahkan sepenuhnya kepada  ke petani. Alasannya karena banyak yang mati dan tidak memiliki sertifikasi dan proses karantina.

Sementara bicara anggaran yang digunakan untuk proyek budidaya jambu kristal tahun anggaran 2020 ini, sebutnya merupakan Bantuan Tidak Terduga (PTT) yang digunakan untuk pemulihan ekonomi daerah pada saat Covid-19. Proyek tersebut diperkirakan dianggarkan sebesar  Rp.760.000.000.Dimana , proyek budidaya tersebut dialokasikan untuk bibit, uang dan pupuk. Tercatat saksi yang sudah diperiksa oleh pihaknya hampir 50 orang. Diantaranya 30 orang peserta penerima bibit. Pihaknya sudah memeriksa Balai Karantina Pertanian Palangka Raya dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya. (hfz)