PALANGKA RAYA-Permasalahan inflasi terus menjadi perhatian Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, mengingat inflasi sangat berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Upaya dan langkah strategis disiapkan. Setelah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo, gubernur menindaklanjuti dengan menggelar pertemuan bersama pihak-pihak terkait.

Kamis (15/9), Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan desa Kalteng tahun 2022 bertema; Strategi Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa/Kelurahan. Rapat tersebut digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.

“Dalam menangani inflasi harus bahu-membahu dan gotong royong, termasuk juga bagaimana menjaga ketahanan pangan Kalteng,” katanya.

Diungkapkan gubernur, beberapa komoditas di Kalteng tengah mengalami inflasi. Untuk itu perlu kerja keras dan kerja sama seluruh pihak untuk menemukan langkah-langkah, baik jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

“Harus ada tindakan konkret dan nyata, saya tekankan kepada TAPD agar inflasi di Kalteng ini di bawah tiga persen pada Desember nanti, ambil langkah-langkah,” tegasnya.

Dijelaskan gubernur, dalam menjaga ketahanan pangan Kalteng, pihaknya sudah menyiapkan lahan. Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan tanam perdana pada lahan seluas 50 hektare (ha).

"Untuk ketahanan pangan, saya perintahkan sekda mencari lahan, nanti kita akan lakukan penanaman perdana di lahan seluas 50 hektare, ini lahan milik provinsi, nanti akan ditanam beberapa kebutuhan pangan, diusahakan agar komoditas yang ditanam dapat hidup dan membuahkan hasil,” jelasnya.

Hal ini sebagai langkah awal, bagaimana nantinya kebutuhan komoditas pangan seperti bawang dan cabai tidak lagi didatangkan dari luar Kalteng. Sebaliknya bisa mandiri untuk ketahahan pangan, sehingga ke depan tidak lagi terjadi inflasi.

“Saya juga minta kabupaten/kota siapkan lahan untuk program ketahanan pangan, tidak hanya provinsi yang bergerak, tapi seluruh daerah, agar tidak terjadi inflasi di desa-desa,” tegasnya.

Persoalan inflasi ini memang harus menjadi perhatian serius. Tercatat ada kenaikan inflasi di Kota Palangka Raya dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dua daerah ini menjadi sampel untuk Kalteng karena merupakan daerah dengan perputaran uang yang cukup tinggi. Meski demikian, bukan berarti di daerah lain tidak terdapat kenaikan.

“Ini harus segera ditangani, saat ini inflasi Kalteng berada di angka enam hampir tujuh persen, jika tidak secepatnya ditangani, maka pada Desember nanti sangat mungkin inflasi akan naik ke angka delapan hingga Sembilan persen,” pungkasnya. (abw/ce/ala)