PALANGKA RAYA – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Tengah, Brigjen TNI Sinyo menegaskan, meskipun Indonesia mencatat penurunan kasus harian Covid-19, kondisi pandemi masih sangat bersifat dinamis. Namun belum dapat dipastikan kapan pandemi akan berakhir dan bisa dicabut keberadaannya.

Karena itu, dia meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus kembali berkolaborasi dalam peningkatan cakupan vaksinasi booster di Indonesia dan pengendalian Covid-19.

“Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia masih terbukti efektif untuk meningkatkan antibodi dan melindungi diri dari infeksi Virus Corona. Sampai saat ini vaksin yang tersedia masih bisa melindungi," kata Sinyo, Kamis (15/9/2022).

Dia juga menegaskan, pelaksanaan vaksinasi penguat atau booster perlu dilakukan demi meminimalisir risiko paparan dan mutasi dari virus Covid-19.

"Kehadiran subvarian, bahkan potensi varian baru yang lebih bisa mengurangi efektivitas dari vaksinasi atau imunitas yang terbentuk dari kombinasi vaksinasi atau reinfeksi bisa saja terjadi, terutama ketika sebagian dari penduduk atau negara di dunia membiarkan terus virus ini bisa menginfeksi seperti cakupan vaksinasi yang masih lambat," katanya.

Pihak BINDA Kalteng sendiri, lanjut Sinyo, selama ini terus berupaya melakukan akselerasi atau percepatan capaian vaksin di Bumi Tambun Bungai. Di antaranya dengan menggelar vaksinasi setiap hari, di seluruh kabupaten/kota se Kalteng.

“Seperti kemarin, kami melaksanakan vaksinasi di lima lokasi, yaitu di Kabupaten Kapuas sebanyak 184 dosis, Barito Utara 31 dosis, Kota Palangka Raya 56 dosis, Pulang Pisau 142 dosis dan Gunung Mas 75 dosis,” beber Sinyo.

Selain vaksinasi, Sinyo menambahkan, upaya mengantisipasi penularan Virus Corona juga harus dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, terutama menerapkan pola hidup sehat.

Menurutnya, kesadaran masyarakat tanpa terkecuali, sangat diperlukan. Baik mengenai pentingnya vaksinasi maupun protokol kesehatan.

“Sebab dalam situasi saat ini, kita tidak boleh lengah akan bahaya COVID-19 yang masih mengancam, bukan hanya untuk masalah kesehatan, namun agar ke depannya tidak ada risiko tinggi penyebaran pandemi lagi yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat saat ini yang sudah mulai pulih dan bangkit,” pungkas Sinyo.