Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menahan tersangka MYL setelah ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 1 September 2022. Tersangka diperiksa di Ruangan Tindak Pidana Khusus Kejati Kalteng, Rabu (14/9) sore. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kalteng, Dodik Mahendra mengatakan penyidik resmi menahan tersangka MYL selama 20  hari setelah dilakukan penangkapan. “Selasa, tanggal 13 September 2022 sekitar pukul 14:00 WIB bertempat di Jalan Harapan I Nomor 30 RT 02/RW 05 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Agung berhasil mengamankan Tersangka MYL,” ujarnya.

MYL,sambung Dodik ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pembangunan Bandar Udara Trinsing atau Bandar Udara H. Muhammad Sidik, Desa Trinsing Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara untuk pekerjaan pembuatan jalan PKP-PK dan pembuatan plat decker 3.300 M 2 tahun 2014. “MYL sebagai pelaksana dari pembuatan platdekker dan sebagai pimpinan perusahaan,”imbuhnya Nilai pekerjaan pembuatan jalan PKP-PK dan pembuatan plat decker (3.300 M2) tahun 2014 yang dilaksanakan oleh PT. Unggul Sarana Kontruksi sebesar Rp. 1.545.941.800,-.

“Tersangka MYL disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1)  jo. Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana dan berdasarkan hasil laporan audit BPKP tahun 2020, Negara mengalami kerugian sebesar Rp1.366.050.394,-,” bebernya. Saat disinggung tersangka lainnya, Dodik menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan. “Yang jelas dilakukan penahanan terhadap MYL selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini sampai 3 Oktober 2022 di Rutan Palangka Raya II,” tutupnya. (hfz)