Wilayah Kelurahan di Kota Palangka Raya yang terdampak banjir semakin bertambah. Banjir yang sudah terjadi sejak akhir pekan lalu, kini bertambah luas hingga enam kelurahan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan saat ini sudah enam kelurahan yang terendam banjir. “Berdasarkan data terakhir Minggu kemarin, di Kelurahan Palangka , air sudah naik sekitar 33 cm, jalan sekitar permukiman sudah mulai terendam,meski demikian aktivitas masih normal,”ujarnya, Senin (12/9).

Emi menjelaskan di kelurahan lainnya seperti Petuk Ketimpun, dan Bukit Tunggal, kondisi air mengalami kenaikan sekitar 15 cm. Namun demikian di wilayah  Bukit Tunggal, rumah masyarakat sudah mulai terendam.

Sementara di Kelurahan Pahandut, kondisi air mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 35 cm. Kemudian di Kelurahan Tanjung Pinang, air mengalami kenaikan sekitar 20 cm. Lalu di Kelurahan Kameloh Baru, air mengalami kenaikan sekitar 10 cm. “Rata-rata jalan di sekitar permukiman sudah mulai terendam, namun aktivitas masyarakat masih normal dan warga masih bertahan di rumah,” imbuhnya.

Sementara data warga yang terdampak banjir, BPBD mencatat sebanyak 105 jiwa dari 28 kepala keluarga dan 2 RT di Kelurahan Bukit Tunggal. Sedangkan kelurahan lainnya belum tercatat. Dalam upaya menghadapi banjir ini, sebut Emi bahwa dapur umum sedang dipersiapkan oleh masing-masing kelurahan yang terdampak banjir. Pihaknya juga berencana untuk membentuk dapur inti seperti posko banjir pada tahun lalu. Diketahui, dapur umum tersebut rencananya didirikan di Jalan Arut dekat kawasan yang terdampak banjir.

“Kalau bantuan sementara dari Pak Wali nanti yang sambil mengunjungi, sambil membawa buah tangan gitu, kalau bantuan secara resmi belum,” tutupnya. (hfz)