Kurang lebih 45 jeriken berisi masing-masing 35 liter BBM bersubsidi jenis Bio Solar dengan total sebanyak 1,3 Ton, dan 16 jeriken kosong, berhasil diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Pengungkapan penyalahgunaan bahan bakar jenis Bio Solar yang disubsidi pemerintah tersebut, berhasil digagalkan saat berada  di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Anjir Serapat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas. "Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada 7 September 2022 lalu, dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku atas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi untuk kepentingan pribadi yang merugikan negara," ucap Kapolda Kalteng Irjen Pol  Nanang Avianto melalui Kabidhumas Kombes Pol K.Eko Saputro, Senin (12/9/2022).

Eko mengungkapkan, untuk para terduga pelaku yang berhasil diamankan yakni berinisial, AH dan AM yang bertindak selaku penimbun, dan adapun modus operandi dari para pelaku yaitu para tersangka berperan sebagai pembeli BBM jenis bio solar di warung-warung dan truk yang lewat, kemudian bbm tersebut dijual kembali dengan nominal harga mencapai Rp14 ribu per liter kepada masyarakat. "Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 45 jeriken berisi masing-masing 35 liter BBM bersubsidi jenis Bio Solar dengan total sebanyak 1,3 ton dan 16 jeriken kosong," tambahnya.

Atas tindak tersebut  pelaku dijerat dengan pasal 55 Undang-Undang nomor 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi dan Undang-Undang nomor 11 tahun 2022 pasal tentang energi dan sumber daya mineral. "Adapun ancaman hukuman yang diterapkan yaitu pidana paling lama 6 (enam) tahun kurungan dan denda maksimal Rp60 Miliar," ungkapnya. (yud)