Kenaikan harga BBM menjadi pukulan bagi semua orang. Hal itu juga dirasakan oleh para pemilik perahu wisata yang beroperasi di Bawah Jembatan Kahayan, Palangka Raya.  Seperti yang diakui Yurdi Abdillah atau biasa disapa Amang Utup

RINI- Palangka Raya

SUASANA aktivitas di Sungai Kahayan sebagai salah satu sarana transportasi berlangsung seperti biasa. Lalu lalang perahu tetap terlihat meski tidak begitu ramai. Namun beberapa perahu terlihat sandar di bawah Jembatan Kahayan. Mereka tidak beraktivitas karena memang tidak ada yang menggunakan jasanya untuk mengantar wisatawan yang ingin berwisata susur sungai. Beberapa jaket pelampung hanya terlihat berjejer di sela-sela tempat duduk penumpang.

“Biasanya kami melayani paket wisata seperti liburan keluarga yang ingin rekreasi akhir pekan. Setelah terjadinya kenaikan harga BBM ini, peminat wisatawan pun sepi,” aku Amang Utup saat dibincangi prokalteng.co, Sabtu (10/9/2022) Sebelumnya aku Amang Utup, setiap hari pasti ada penumpangnya. Namun untuk saat ini, pengunjung sepi.

“Yang menyedihkan, sudah penumpang sepi harga BBM malah naik. Profesi yang kami tekuni ini hasilnya tidak pasti. Jika seperti ini terus-terusan, kasihan kami,  makan apa anak dan istri di rumah,” kata Amang Utup dengan raut muka terlihat sedih. Amang Utup menjelaskan,saat ini 1 liter minyak solar eceran Rp20.000 per liter kalo dulu Rp10.000 per liter.  Untuk tarif perahu wisata atau kelotok wisata jelas Amang Utup, Rp150.000 per keluarga. Rutenya dari bawah Jembatan sampai Pelabuhan Rambang begitupun sebaliknya.

"Saya harap pemerintah memperhatikan hal ini, agar menurunkan harga BBM dan solar tidak susah dicari,”pintanya. (**)