Dalam rangka memastikan kesehatan hewan ternak menjelang hari raya Iduladha, pemerintah pusat merencanakan pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak yang rentan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada tahap pertama ini Kalteng mendapat jatah 2.700 dosis vaksin.

Sementara kebutuhan dosis vaksin untuk hewan ternak seKalteng diperkirakan sebanyak 299.612, sebagaimana jumlah hewan ternak rentan PKM yang telah didata (lihat tabel). “Kami sudah mengusulkan alokasi vaksinasi sesuai jumlah hewan ternak rentan PMK yang ada di Kalteng sebanyak 299.612 ekor.

Namun untuk tahap pertama ini, kita hanya mendapat 2.700 dosis,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Riza Rahmadi di ruang kerjanya, Kamis (23/6) kemarin. Sejumlah 2.700 dosis vaksin untuk hewan ternak itu, selanjutnya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang sudah terpapar wabah PMK. Tercatat ada tiga kabupaten di Kalteng yang sudah terpapar PMK. Yakni Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), dan Sukamara.

Lebih lanjut dikatakan Riza, di wilayah Kotim terdapat dua kecamatan yang terpapar. Yakni Kecamatan Mentawa Baru dan Kecamatan Telawang. Di Kabupaten Kobar, wilayah yang telah dilanda wabah yakni Kecamatan Arut Selatan dan Pangkalan Lada. Sementara di Sukamara, wabah PMK telah masuk ke wilayah Kecamatan Sukamara. “2.700 dosis vaksin ini akan terlebih dahulu dikirim ke tiga kabupaten yang sudah terpapar PMK. Khususnya untuk hewan ternak yang berada di radius tiga kilometer hingga sepuluh kilometer dari kandang yang terpapar. Sedangkan hewan ternak yang sudah terpapar, tidak diberikan vaksinasi,” ungkapnya.

Setelah didistribusikan, petugas akan langsung melakukan vaksinasi. Ditargetkan sebelum perayaan Iduladha sudah diselesaikan vaksinasi. Pihaknya pun sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan ternak.

Tenaga medis yang akan dikerahkan nanti yakni 55 orang tenaga medik veteriner, 94 orang paramedik veteriner, 105 orang inseminator, dan 362 orang penyuluh atau tenaga nonmedik. “Hewan-hewan ternak tidak hanya mendapat satu kali dosis vaksin, tapi ada dosis dua dan tiga atau booster. Perlu kami ingatkan lagi, vaksinasi untuk hewan ternak ini gratis, tidak ada pungutan biaya,” pungkasnya. (prokalteng)