KUALA KAPUAS – Musibah puting beliung yang menimpa 14 kepala keluarga di Handil Cempaka Desa Anjir Serapat Timur Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas, Jumat (6/5/2022) sore, mendapat perhatian Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalimantan Tengah.

Sabtu (7/5/2022), tim Binda Kalteng langsung bergerak cepat memberikan bantuan untuk para korban bencana puting beliung.

“Musibah seperti ini tidak ada satu pun yang menginginkannya. Bantuan yang kami berikan, tolong jangan dilihat dari nilainya, tetapi inilah wujud keprihatinan dan belasungkawa dari Binda Kalteng,” kata Kepala Binda Kalteng, Brigjen TNI Sinyo, Sabtu siang.

Sinyo juga menegaskan, pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen BIN Daerah Kalteng untuk selalu hadir dan membantu masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah, terutama yang terdampak bencana.

Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari 42 liter beras dengan masing-masing kepala keluarga mendapat 3 liter, kemudian 14 dus mi instan, 14 dus air mineral serta 50 bungkus makanan siap saji.

Penyerahan bantuan itu juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, Babinkamtibmas Desa Anjir Serapat, Ketua RT 11 Desa Anjir Serapat Timur Ahmad Mulkan, Nakes PKM Puskesmas Anjir Serapat dan Ormas Emergency 543 Kapuas Timur.

“Atas nama warga, kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan gerak cepat Binda Kalteng untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana ini. Ini (bantuan) akan sangat membantu masyarakat yang sedang terkena musibah,” kata Ketua RT 11 Desa Anjir Serapat Timur Ahmad Mulkan.

Seperti diketahui, angin puting beliung menerjang belasan rumah warga di Handil Cempaka, Desa Anjir Serapat Timur, Kabupaten Kapuas, pada Jumat (6/5/2022) sekitar pukul 15.00 Wib.

Peristiwa yang terjadi dalam waktu yang cukup cepat itu membuat warga kaget dan berhamburan masing-masing menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Warga pun tidak menduga angin puting beliung memporak-porandakan rumah mereka. Angin berputar dengan cepat di pertengahan sawah padi warga, dan mengarah ke pemukiman warga setempat.

Belasan rumah pun hancur berantakan akibat terjangan angin puting beliung. Sebagian besar rumah berkonstruksi kayu, sehingga mengalami kerusakan cukup parah.

Selain belasan rumah mengalami kerusakan parah, terdapat tiga orang korban mengalami luka akibat tertimpa bangunan. (nto)