BUNTOK – Seorang pemuda bernama Muhammad Junaidi (25) tersesat selama 10 hari di hutan wilayah Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Dia akhirnya ditemukan selamat oleh warga, Rabu (27/4/2022).

Saat pertama kali ditemukan, pemuda asal Desa Tatah Belayung Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kalimantan Selatan itu tanpa mengenakan busana dan kondisi yang memprihatinkan.

"Saat itu kami mendengar suara orang berteriak-teriak "Allahu Akbar" dari arah hutan. Lalu dengan beberapa warga lainnya mendatangi arah suara," tutur Panding Mula Maleh (42), salah seorang saksi mata yang menemukan Junaidi.

Saat menemukan sumber suara, warga mendapati Junaidi yang dalam kondisi lemas dan tanpa mengenakan busana. Tubuhnya hanya ditutupi dedaunan dan akar-akaran kayu.

"Pakaiannya habis robek semua, mungkin akibat tersangkut dahan ataupun bambu,” kata Panding.

Warga kemudian mengevakuasi Junaidi ke desa setempat.

Setelah kondisinya kembali normal, kepada warga, Junaidi pun menuturkan kenapa dirinya sampai tersesat di hutan.

Menurut Junaidi, sebelumnya dirinya bepergian bersama saudara iparnya menggunakan mobil dari Gambut Kalsel menuju Ampah, Barito Timur (Bartim). Sesampainya di Desa Kalahien, korban beristirahat dan sempat terjadi cekcok antara dia dan iparnya.

“Saat itu dia (Junaidi) mengaku kelelahan setelah 11 jam mengemudi dan mengajak iparnya untuk istirahat. Namun iparnya  mendesak untuk melanjutkan perjalanan. Karena itulah terjadi cekcok hingga dia pergi meninggalkan iparnya sambil menuju ke dalam hutan untuk menghindari keributan. Namun ternyata dia tersesat,” beber Panding.

Setelah tersesat, lanjut Panding, Junaidi mengaku berusaha keluar dari hutan. Dia pun mendengar suara mobil dan motor tak jauh dari lokasinya.

Namun anehnya, ketika dia berusaha berjalan menuju arah suara kendaraan yang didengarnya, dia justru kembali ke dalam hutan.

“Setelah ditemukan, korban segera diberikan makanan serta pakaian oleh warga setempat. Dan saat ini korban sudah dibawa ke RS di Buntok untuk dilakukan perawatan,” pungkas Panding. (nto)