Jumlah penumpang pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya semakin melonjak. Berdasarkan data di posko terpadu angkutan lebaran jumlah penumpang yang datang selama 2 hari ini berjumlah 1.132 penumpang dengan rincian H-7 yaitu di hari Senin ( 25/4) terdapat 448 penumpang yang datang sedangkan di H-6 Selasa (26/4) berjumlah 644 penumpang. 

Sedangkan untuk penumpang keberangkatan di H-7 yakni Senin (25/4) berjumlah 1036 orang penumpang dan di H-6 atau Selasa (26/4) jumlah penumpang sebanyak 1.407 orang. Sehingga total penumpang keberangkatan dalam 2 hari ini mencapai 2.443 orang penumpang.

“Memang sampai hari ini (kemarin) ada peningkatan untuk penumpang dari hari hari biasanya,” kata Tanta Maulana D selaku Asisten Manager of Airport Security Bandara Tjilik Riwut. Dikatakan nya bahwa saat ini untuk kursi penumpang pesawat khususnya untuk penerbangan ke pulau Jawa yakni ke Jakarta dan Surabaya hampir seluruhnya terisi penuh. Dikatakan Tanta, meskipun jumlah penumpang pesawat mengalami lonjakan saat arus mudik ini namun tidak ada penambahan jadwal penerbangan reguler oleh pihak maskapai.

"Tetapi untuk penerbangan penerbangan yang selama ini non aktif juga sudah diaktifkan kembali,” ujarnya. Memang berdasarkan data ada diketahui jumlah penerbangan terlihat cukup meningkat. Di H-7 tercatat terdapat 19 penerbangan pesawat (flight) baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Sedangkan di H-6 terdapat jumlah tersebut meningkat menjadi 26 penerbangan.

Terkait syarat ketentuan untuk penumpang yang melakukan perjalanan udara, Tanta mengatakan bahwa pihaknya menerapkan aturan sebagaimana isi surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait aturan bagi Pelaku perjalanan udara di dalam negeri.

Di dalam ketentuan isi surat tersebut, para pelaku perjalanan udara wajib menunjukkan surat telah mengikuti vaksinasi dosis lengkap. Bagi penumpang yang bisa menujukan telah menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster, maka mereka tidak diwajibkan untuk menunjukan surat keterangan tes Antigen maupun PCR. “Sedangkan bagi penumpang yang baru mengikuti vaksinasi kedua dan pertama maka mereka wajib menujukan surat keterangan hasil tes Antigen maupun tes PCR,” katanya.

Sedangkan bagi masyarakat yang dema sekali belum mengikuti vaksinasi covid 19 maka mereka wajib menyertakan surat keterangan dari rumah sakit maupun dokter alasan mengapa mereka belum mengikuti atau menerima vaksinasi. Kemudian syarat bagi anak anak yang melakukan perjalanan udara, Tanta menyebutkan bahwa syarat tersebut berbeda .

"Untuk anak anak di bawah usia 6 tahun mereka tidak diwajibkan untuk vaksin atau surat keterangan tes rapid antigen maupun PCR ,untuk 6 sampai 12 tahun jika mereka sudah vaksin dosis pertama maka mereka wajib menyertakan surat keterangan tes PCR dengan masa berlaku 3x 24 jam sedangkan kalau sudah dosis ke dua , mereka bebas tidak perlu surat keterangan tersebut," ujarnya.

Tanta sendiri memperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan terjadi lonjakan jumlah penumpang arus mudik. "Puncak arus mudik tahun 2022 ini diperkirakan terjadi di hari Jumat atau H- 3,” terangnya. Tanta juga menjelaskan bahwa untuk menghadapi arus mudik tahun ini, PT angkasa pura II selaku pengelola Bandara Tjilik Riwut sudah mempersiapkan posko gabungan layanan arus mudik lebaran 2022.

Sementara itu saat Kalteng pos mendatangi Bandara Tjilik Riwut mendapati sejumlah warga yang ingin melakukan perjalanan mudik lebaran terlihat gelisah dan kebingungan. Ini dikarenakan para calon penumpang pesawat ini diketahui tidak memperoleh tiket pesawat untuk keberangkatan mudik lebaran.

Berdasarkan informasi seluruh tiket penerbangan pesawat dari Palangka Raya menuju kota Jakarta maupun Surabaya sudah habis terjual untuk 5 hari kedepan. Menurut seorang warga yang mengaku bernama Ahmad, tiket pesawat untuk kebarangkatan di hari H - 5 hingga sampai saat hari raya idul Fitri dikatakannya sudah habis baik itu penerbangan maskapai Lion Air maupun Garuda. “Habis sudah semua tiket, kabarnya baru ada tiket penebangan nanti pas hari lebaran ke-2, tanggal 3 Mei,” ujar Pria yang mengaku berencana pulang ke Jakarta tersebut.

Ahmad yang mengaku berasal dari kabupaten Cirebon, Jawa barat juga mengaku, dirinya juga tidak mengira kalau tiket untuk perjalanan mudik tahun ini sudah habis. “Saya sudah cek di Traveloka katanya habis makanya saya datang ke sini (Bandara), siapa tahu ada tiket tetapi nyatanya juga gak ada,” ujar Ahmad yang mengaku terpaksa pasrah dengan keadaan tersebut. (kaltengpos)