BAHRI/KALTENGPOS

PULANG KAMPUNG: Para penumpang saat akan menaiki KM Kirana I dengan tujuan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (27/4).

 

 

SAMPIT-Masyarakat sangat antusias menyambut musim mudik lebaran tahun ini, kelonggaran aturan yang diberikan pemerintah membuat aktivitas pelabuhan laut dan udara kian meningkat. Jumlah penumpang kapal laut dan pesawat yang bertolak dari Kalteng meningkat drastis. Bahkan di Sampit sudah memasuki puncak arus mudik. Dalam sehari ribuan pemudik berlayar menuju pulau Jawa. 

Kemarin (27/4), merupakan puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit. Ada dua kapal berangkat yaitu KM Lawit milik PT Pelni dan KM Kirana I milik PT Darma Lautan Utama. Keduanya yang keduannya menuju pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

“Sesuai data yang kami terima jumlah penumpang KM.Lawit sebanyak 1.150 orang yang berangkat pada jam 11.00 WIB, dan KM Kirana I sebanyak 636 orang penumpang, 4 mobil truk besar, 29 mobil pribadi dan 52 sepeda motor yang juga menuju Semarang,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Agustinus Maun, Rabu (27/8). 

Dirinya menyampaikan bahwa total penumpang yang berangkat dari pelabuhan Sampit dengan mengunakan dua kapal tersebut sebanyak 1.786 orang, ia juga mengatakan tahun ini arus puncak mudik lebaran dari pelabuhan Sampit Mengalami penurunan kurang lebih 34% ini dikarenakan sebagian penumpang sudah terdistribusi ke Pelabuhan Kumai. 

“Perlu kami sampaikan juga bahwa dari pelabuhan Sampit masih ada dua keberangkatan kapal yaitu pada tanggal 29 April dengan KM Kirana III dan KM Sabuk Nusantara 35 adalah rerouting dari Dirjen Perhubungan laut untuk membantu angkutan lebaran di pelabuhan Sampit,” terangnya.

 Menurutnya KM Sabuk Nusantara 35 itu berkapasitasnya 238 orang yang nanti tiba di pelabuhan Sampit pada 28 April 2022, dengan harapan selaku penyelenggara pelabuhan yang bertanggung jawab pada proses angkutan lebaran lewat transportasi laut di pelabuhan Sampit ini bahwa kegiatan mudik angkutan lebaran bisa berlangsung dengan selamat, aman dan lancar. 

“Hasil koordinasi dengan operator kapal Dharma Lautan Utama kita harap semua penumpang calon penumpang akan terangkut dari pelabuhan Sampit. Kalaupun masih ada yang belum terangkut, kami akan berkoordinasi dengan Pelabuhan Kumai untuk bisa mengangkut penumpang yang masih tersisa karena saat ini di pelabuhan Kumai masih ada empat kali keberangkatan ke pulau Jawa,” ujarnya. 

Ia juga menyanpaikan berdasarkan data yang diperoleh jumlah pemudik sejak 17 April hingga H-5 sekarang ini ada sebanyak 7.628 penumpang yang keluar dari Pelabuhan Sampit dengan menggunakan transportasi laut milik Dharma Lautan Utama (DLU) maupun Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Sampit dengan jumlah 8 call.

Sementara itu Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor KSOP Kelas III Sampit Normasita menambahkan, pergerakan mudik melalui Pelabuhan Sampit ini sudah terjadi sejak H-11 lebaran, kapal yang tersedia sudah terpenuhi oleh penumpang dan sudah diberangkatkan.

Diungkapkannya total penumpang yang sudah berangkat melalui Pelabuhan Sampit sejak H-12 hingga kemarin, tercatat sudah sebanyak 6.328 orang dengan total delapan kapal. Dari daftar penumpang sebagian besar memang berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur dan kabupaten di sekitar yakni Seruyan.

"Jalur yang dituju oleh para penumpang ini berimbang antara ke Semarang dan Surabaya,” ungkapnya kepada Kalteng Pos saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (27/4).

Pihaknya menyebut apabila dibandingkan dengan mudik sebelum kondisi pandemi Covid-19 yakni pada Tahun 2019 dengan perhitungan dari H-15 sampai H-4 terjadi penurunan signifikan yakni -44,24 persen. Tetapi apabila dibandingkan dengan 2021 yang berada pada kondisi pandemic Covid-19 tentu tahun ini terjasi peningkatan yang cukup drastis. “H-4 ini kami sudah memberangkatkan dua kapal dengan penumpang sebanyak 1.786 orang,” sebutnya.

Sedangkan untuk kedatangan memang masih sepi dan akan mulai terlihat ada pergerakan H+16 lebaran nanti. Sedangkan untuk pemberlakuan aturan pihaknya mengacu pada SE Satgas Covid-19 dan SE Kemenhub, bahwa penumpang yang sudah vaksin booster tidak wajib menunjukkan pemeriksaan bebas Covid-19, bagi yang sudah vaksin kedua boleh menggunakan PCR atau antigen dan bagi yang masih vasksin satu maka harus menunjukkan bukti bebas Covid-19 dengan pemeriksaan PCR. “Posko di Pelabuhan juga menyediakan gerai vaksin untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.

 Bersamaan dengan puncaknya arus mudik sejumlah anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan II yaitu Kabupaten Kotim dan seruyan melakukan pemantauan terhadap arus mudik dipelabuhan Sampit, mereka naik keatas KM.Lawit untuk melihat situasi dan pelayanan terhadap para penumpang.

 "Kami ditugaskan oleh pimpinan DPRD Provinsi Kalteng untuk memantau arus mudik di pelabuhan Sampit, karena kami ingin memastikan arus mudik aman dan lancar," kata Anggota DPRD Provinsi Alexius Esliter dari Partai PDI Perjuangan.

 Menurutnya hasil komunikasi dengan pihak PT.Pelni lebaran tahun ini agak menurun sebelum terjadi pandemi Covid-19 dua tahun lalu, di karenakan selama pandemi arus mudik tidak diperbolehkan dan baru tahun ini baru diperbolehkan dengan catatan harus memenuhi syarat seperti sudah melakukan Booster, dan bagi yang hanya melakukan vaksin pertama dan kedua harus menyertakan hasil tes Antigen atau PCR.

 "Menurut pengamatan kami, arus mudik baik di pelabuhan sampit sudah baik, dan sesuai dengan aturan dan juga memenuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah," ujar Alexius.

 Dirinya juga menyampaikan bahwa PT.Pelni memberangkatkan KM Lawit yang merupakan keberangakatan terakhir berangkat dari pelabuhan Sampit dengan tujuan Tanjung Emas Semarang, tetapi ada penambahan kapal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kementerian perhubungan yaitu KM.Sabuk Nusantara 35 yang akan membantu mengangkut para pemudik dengan tujuan Surabaya pada 29 April nanti.

 "Kami perharap semua penumpang bisa terangkut semua sehingga mereka bisa merayakan lebaran dikampung halaman dan perkumpul dengan sanak saudaranya,"tutupnya.

 Anggota DPRD Provinsi Kalteng yang ikut melakukan pemantauan Pelabuhan Sampit dan Terminal Patih Rumbih adalah Alexius Esliter, Fajar Hariady, Jainudin Karim, Artaban, Ferry Khaidir, Sudarsono, Sinar Kamala, Toga Hamonangan Nadeak, Rizki Amalia Darwan Ali dan Yeni Maria Marselina Kahta.  (bah/abw/sja/ala)