SAMPIT-Untuk memastikan ketersedian bahan pangan selama bulan Ramadan, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menugaskan Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Inti Pertiwi Nashwari memantau ketersediaan bahan pangan pokok dan harga di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Pengecekan kali ini dilakukan di pasar yang ada di Kota Sampit, Jumat (22/4).

Direktur Perbenihan Hortikultura Kemeterian Pertanian Inti Pertiwi Nashwari didamping Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Ir Hj Sunarti melakukan pemantauan ketersediaan bahan pangan pokok dan harga di dua pasar, yakni Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan pasar subuh yang berlokasi dekat Kodim 1015 Sampit.

“Ini penugasan dari Bapak Menteri Pertanian untuk melakukan pengawalan atau monitoring terhadap ketersediaan bahan pangan pokok, terutama sepuluh komoditas utama selain kedelai dan jagung, ini yang harus kami cek ketersediaannya di pasar, apakah stoknya cukup sampai lebaran nanti, sehingga konsumen tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok jelang lebaran,” kata Inti Pertiwi Nashwari kepada awak media, (22/4).

Hasil pemantauan di pasar subuh, bahan-bahan kebutuhan pokok seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah dan hijau, serta sayuran cukup berlimpah. Juga tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Rata-rata komoditas itu merupakan pasokan dari Pulau Jawa.

“Sebagian besar pedagang mengatakan, selama kedatangan kapal tidak bermasalah dan baik-baik saja, maka ketersedian bahan pokok juga tidak akan bermasalah hingga lebaran nanti, dapat dikatakan aman soal ketersediaan bahan pangan di pasar,” ujar Inti Pertiwi Nashwari.

Terkait minyak goreng yang dijual di pasaran, untuk minyak goreng curah berkisar Rp14.000, sementara minyak goreng kemasan sekitar Rp24.000. Justru yang menjadi sorotan adalah harga gula pasir yang sudah mencapai Rp15.000 per kilogram. Padahal harga normalnya berkisar antara Rp13.500 hingga Rp14.000. Namun hampir seluruh pedagang menjual dengan harga Rp15.000. Terkait ini, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Badan Ururan Logistik (Bulog). Apabila stok gula pasir mencukupi, ada kemungkinan akan dilakukan operasi pasar ke depannya.

“Di Jakarta saja saya melihat ada kecenderungan naik harga gula pasir, biasanya sekitar Rp13.000, tapi sekarang dijual Rp13.500-Rp14.000 dikarenakan permintaan konsumen naik menjelang lebaran, apalagi masyarakat sedang gencar-gencarnya membuat kue lebaran, sementara suplainya sedikit berkurang. Biasanya kalau permintaan meningkat, tapi suplainya berkurang, maka harga akan naik,” tuturnya.

Sementara hasil pemantauan di PPM, harga daging dan ayam potong masih stabil, berkisar Rp130.000 per kilogram. Daging yang dijual pun masih segar. Begitu pun dengan harga ayam potong yang tidak ada kenaikan. Masih dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram.

“Yang jadi persoalan saat ini adalah jumlah serapan dari konsumen yang kurang, sehingga transaksi jual beli di pasar terlihat cukup sepi, padahal harga masih aman. Pedagang punya barang berlimpah, tapi tidak ada pembeli. Ini juga menjadi perhatian kami. Tidak hanya soal ketersediaan barang, tapi juga kesejahteraan para pedagang,” pungkasnya. (bah/ce/ala)