Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggenjot capaian target vaksinasi dosis dua dan booster di daerah. Terlebih pada bulan Ramadan tahun ini pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih berjamaah di mas dan mudik lebaran.

Kabinda Kalimantan Tengah, Brigjen TNI Sinyo mengatakan, capaian target vaksinasi yang dilakukan jajarannya selama bulan Maret sudah menembus 116.008 dosis. Adapun vaksinasi dilaksanakan di 14 wilayah kota maupun kabupaten. 

Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggenjot capaian target vaksinasi dosis dua dan booster di daerah. Terlebih pada bulan Ramadan tahun ini pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih berjamaah di mas dan mudik lebaran.

Kabinda Kalimantan Tengah, Brigjen TNI Sinyo mengatakan, capaian target vaksinasi yang dilakukan jajarannya selama bulan Maret sudah menembus 116.008 dosis. Adapun vaksinasi dilaksanakan di 14 wilayah kota maupun kabupaten. 

“Untuk bulan ini per 26 Maret kemarin, realisasi cakupan vaksinasi Covid-19 yang kami lakukan telah mencapai 116.008 orang atau 75 persen dari target bulanan 155 ribu dosis,” ujar Sinyo kepada wartawan, Senin (28/3). Menurutnya, upaya yang digencarkan jajarannya merupakan langkah preventif terhadap penyebaran subvarian Omicron BA.2 di bulan puasa. Mengingat subvarian ini lebih menular dan sulit dideteksi sehingga dijuluki omicron siluman.

Antisipasi dilakukan lebih maksimal karena mobilitas masyarakat meningkat lantaran adanya interaksi sosial. Maka kekebalan komunal atau herd immunity harus diciptakan lewat vaksinasi.

“Kita menginginkan masyarakat muslim, termasuk di Kalteng, dapat menjalankan ibadah dan mudik di bulan Ramadan nanti dengan baik, tanpa rasa khawatir ancaman Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, vaksinasi juga bertujuan untuk melindungi masyarakat pengidap penyakit komorbid. Dengan begitu, risiko sakit parah dan kematian akibat Covid-19 dapat diminimalisir.

“Termasuk nanti yang akan kita kunjungi dan yang paling penting saat kita balik bukan berarti pemudik itu bebas dari komorbid, karena bisa saja pemudik kita tahu komorbid itu juga ada misalnya orang darah tinggi usia 40 seperti itu, nah itu yang kita jaga juga,” pungkas Sinyo. (jpc)