PALANGKA RAYA –Sebanyak 110.901 orang telah mendapat vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Tengah (Kalteng). Jumlah itu tersebar di 14 kabupaten/kota se Kalteng.

“Untuk bulan ini per 25 Maret kemarin, realisasi cakupan vaksinasi Covid-19 yang kami lakukan telah mencapai 110.901 orang atau 71.55% dari target bulanan 155 ribu dosis,” kata Kepala Binda Kalteng, Brigjen TNI Sinyo, Sabtu (26/3/2022).

Pada kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan kemarin (25/3/2022), jelas Sinyo, pihaknya berhasil memvaksin 5.075 orang atau 101.50% dari target 5.000 dosis per hari.

Adapun rincian capaian vaksinasi tersebut, masing-masing di Kabupaten Kapuas 677 dosis, Pulang Pisau 267 dosis, Barito Selatan 320 dosis, Barito Utara 870 dosis, Murung Raya 331 dosis, Seruyan 562 dosis, Gunung Mas 439 dosis, Kotawaringin Timur 231 dosis, Katingan 682 dosis, Kotawaringin Barat 446 dosis dan Kota Palangka Raya 250 dosis.

Sedangkan pada kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan hari ini, digelar di  Gunung Mas, Pulang Pisau, Katingan, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau, Seruyan, Kapuas  dan Kota Palangka Raya.

Lebih lanjut Sinyo menambahkan, menjelang bulan Ramadan ini pihaknya terus menggenjot pemberian vaksinasi Covid-19. Hal itu sebagai tindak lanjut rencana pemerintah yang akan melonggarkan berbagai kegiatan selama Ramadan, termasuk diperbolehkannya mudik lebaran Idulfitri tahun ini.

Karena itu, selain vaksinasi dosis primer atau dosis pertama dan kedua, pihaknya juga berusaha mendorong percepatan realisasi vaksinasi dosis tambahan atau booster.

“Kita menginginkan masyarakat muslim, termasuk di Kalteng, dapat menjalankan semua ibadah di bulan Ramadan nanti dengan baik, tanpa rasa khawatir. Termasuk juga nanti yang ingin mudik,” kata Sinyo.

Dia juga menegaskan, syarat telah divaksin booster untuk pemudik, bukan untuk mempersulit masyarakat merayakan hari raya Idulfitri di kampung halaman. Namun karena vaksin dua dosis saja dinilai belum cukup untuk melindungi orang yang masuk kategori rentan, seperti lansia dan orang yang memiliki penyakit komorbid.

"Termasuk nanti yang akan kita kunjungi dan yang paling penting saat kita balik bukan berarti pemudik itu bebas dari komorbid, karena bisa saja pemudik kita tahu komorbid itu juga ada misalnya orang darah tinggi usia 40 seperti itu, nah itu yang kita jaga juga," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masyarakat yang sudah divaksinasi booster tidak perlu menunjukkan hasil tes PCR atau antigen saat mudik. Tetapi, jika hanya sudah divaksinasi lengkap tanpa booster, wajib menunjukkan hasil tes antigen negatif Covid-19.

"Tapi kalau yang belum booster, kalau dia baru vaksinasinya dua kali harus tes antigen," jelasnya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (23/3/2022).

Sementara bagi masyarakat yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama, wajib menunjukkan hasil tes PCR. Jika masyarakat ingin melakukan vaksinasi lengkap dalam perjalanan mudik, pemerintah akan menyediakan vaksin.

Demikian juga bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi booster. Pemerintah akan menyediakan layanan vaksinasi lengkap dan booster di angkutan umum dan pos pengecekan. (nto)