Ancaman atau bahaya kebakaran hutan dan lahan setiap tahun di wilayah Kalteng merupakan situasi yang tidak dapat dihindari. Itu sebagai konsekuensi dari sisi lain bahwa Kalteng masih memiliki kawasan hutan dan lahan yang masih luas, juga karena Kalteng memiliki kawasan gambut yang luasnya sekitar 3 juta hektar. “Ancaman atau bahaya karhutla ini akan meningkat ketika musim kemarau,” kata Pj Sekda Kalteng H Nuryakin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Leonard S  Ampung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengintegrasian Kebijakan, Perencanaan dan Pelaksanaan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, Kamis (24/3).

Dia mengatakan, kondisi ini terus menerus membuat semua pihak terkait tidak henti-hentinya melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Dengan tujuan, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan ataupun kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan tidak sampai menjadi bencana bagi masyarakat Kalteng.

 

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi menjadi urusan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga usaha, lembaga non pemerintah, akademisi atau pakar dan juga masyarakat yang juga dikenal dengan istilah pentahelix.

"Berbagai inisiatif atau model penanganan karhutla telah dikembangkan oleh berbagai pihak, salah satunya dalam skala landscape atau model klaster, yang telah dikembangkan Kementerian Koordinator Perekonomian, Badan Nasinal Penanggulangan Bencana (BNBP), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Provinsi Sumsel, Riau, dan Kalteng. Pendekatan atau model klaster yang telah diinisiasi pemerintah ini ditindaklanjuti oleh kemitraan/partnership bekerjasama dengan United Nation Environment Program (UNEP) untuk memfasilitasi penguatan para pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui program Strengthening Indonesian Capacity for Anticipatory Peat Fire Management (SIAP-IFM)," bebernya.

Program SIAP-IFM ini sudah diterapkan pada Kabupaten Pulang Pisau. Dimana program ini menitikberatkan pada pelibatan para pihak dalam penguatan kebijakan, penguatan kelembagaan dan penguatan kapasitas yang diharapkan berkontribusi pada penanganan karhutla secara kolaboratif dan efektif.

Leo juga mengucapkan terimakasih kepada Kemitraan yang telah mendukung dan terlibat dalam upaya penguatan kapasitas pencegahan karhutla di Kalteng, khususnya yang sudah dilaksanakan di Pulang Pisau. “Semoga apa yang telah dikerjakan bersama dengan para pihak di Kab. Pulang Pisau menjadi bahan pembelajaran yang baik bagi kabupaten/kota lainnya di Kalteng," pungkasnya. (hnd)