Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas sekaligus Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa diam-diam melakukan talak cerai terhadap istrinya, Nurhayati.

Permohonan talak cerai dilayangkan ke pengadilan pada 31 Januari 2022. Berkas talak cerai didaftarkan pihak kuasa hukum, yakni Alex Candra dan William. Pendaftaran dilakukan secara online atau e-court. "Beliau (Suharso Monoarfa) mengajukan gugatan permohonan cerai talak terhadap istrinya yang bernama Nurhayati binti Usman Effendi," kata Taslimah.

Persidangan perkara itu sudah dimulai pada 9 Februari 2022. Persidangan kedua dilaksanakan pada 23 Februari dengan agenda mediasi. Adapun persidangan ketiga dilakukan pada Rabu, 23 Maret. Suharso Monoarfa menikah dengan Nurhayati Effendi pada 2011 lalu. Dari pernikahan selama 11 tahun, mereka dikaruniai tiga anak.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa menikah dengan Carolina Kaluku pada 1983. Namun saat menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pria 67 tahun ini digugat cerai pada 2011.

Harta kekayaan

Dua kali menduduki kursi jabatan menteri, ditambah pernah duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, lalu kini juga menjabat Ketua Umum PPP, kekayaan Suharso Monoarfa harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria asal Gorontalo itu pertama kali melaporkan harta kekayaannya pada Juli 2007. Nilainya Rp 3.760.470.150. Kini, harta kekayaannya mencapai Rp 69.793.308.036 sebagaimana Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Desember 2020. Ada penambahan harta kekayaan sebanyak Rp 66 miliar dalam tempo 14 tahun.

Suharso Monoarfa lahir dari keluarga pengusaha. Meski lahir di Mataram, Suharso menghabiskan masa kecil dan sekolah di Malang, Jawa Timur. Setelah lulus SMA, ia pergi ke Bandung untuk mengenyam pendidikan di Akademi Geologi dan Pertambang pada 1973. Kemudian, ia melanjutkan meraih gelar sarjana Fakultas Planologi di ITB, Bandung pada 1975. Suharso Monoarfa juga merupakan alumni University of Standard, Palo Alto di Amerika Serikat lulusan S2 di jurusan Executive Development Program pada tahun 1994.

Karier Politik Berbagai perusahaan telah Suharso Monoarfa sambangi dan mendapatkan berbagai posisi jabatan pada waktu itu. Ia sukses di dunia usaha selama 20 tahun. Sukses di bidang bisnis, Suharso Monoarfa mencoba masuk ke dunia politik. Pada pemilu 2004, ia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009. Kemudian pada 2009, ia dipilih oleh Presiden SBY menjadi Menteri Perumahan Rakyat di Kabinet Indonesia Bersatu II. Belum genap empat tahun menjabat, tepatnya tahun 2011, Suharso Monoarfa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri karena alasan pribadi.

Diduga karena perceraian dengan istri pertama. Ia lalu melanjutkan bisnisnya kembali di bidang manufaktur dan kimia. Meski tidak lagi di pusaran pemerintah, Suharso Monoarfa tetap aktif di partai. Bahkan dia menjadi lebih aktif saat terjadinya konflik PPP antara PPP kubu Suryadharma Ali dan Romahurmuziy. 

Suharso Monoarfa yang tadinya orang kepercayaan Suryadharma Ali lebih memilih bergabung dengan PPP Romahurmuzy daripada PPP kubu Suryadharma Ali yang kini dipimpin oleh Djan Faried. Pasca Pilpres 2014, Suharso Monoarfa dan PPP kubu Romahurmuziy memilih bergabung dengan capres terpilih Jokowi ketimbang menjadi penyimbang di luar kepemerintahan seperti yang dilakukan PPP kubu Suryadharma Ali.

Presiden Jokowi lantas meminta Suharso Monoarfa untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode (Wantimpres) 2014-2019. Selanjutnya, ia ditunjuk menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Profil Nurhayati

Nurhayati merupakan ibu yang memiliki tiga anak. Dia tercatat sebagai legislator Komisi II. Dirinya berstatus sebagai anggota parlemen dari Fraksi PPP mengacu situs resmi DPR RI. Nurhayati sudah dua periode menjabat sebagai legislator di DPR RI. Periode pertama pada 2014-2019 dan banyak bertugas di Komisi V. Alumnus SMAN 47 Jakarta Selatan itu kemudian kembali terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 2019-2024. Saat ini, Nurhayati bertugas di Komisi II. Sebelum masuk DPR, Nurhayati memang sudah menjadi kader PPP pada 2009.

Dirinya sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kesehatan di organisasi sayap PPP, yakni Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) pada 2011. Baca Juga : Kementerian ESDM Hibahkan PJUTS Untuk Pulang Pisau Perempuan kelahiran 20 November 1967 itu juga aktif berorganisasi dan menjadi anggota Kamar Dagang Industri (KADIN) pada 2009. Nurhayati sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha. Dirinya pada 1996 sudah menjabat Direktur PT. Kahuripan Adijaya hingga 2009. Saat aktif di politik dan keorganisasian, Nurhayati juga sempat menjabat Direktur Utama PT Tirtayasa Satria Mandiri dari 2000 hingga 2013. Dia juga menjabat Komisaris Utama di PT. Tirtayasa Satria Mandiri saat berkecimpung di politik dan keorganisasian pada 2010 hingga kini. (ngopibareng/kpc)