Peletakan batu pertama pembangunan ibu kota negara (IKN) akan dilaksanakan bulan ini. Sumber bahan yakni tanah dan air akan diambil dari provinsi-provinsi se-Indonesia. Di Kalteng, tanah tempat pertapaan Tjilik Riwut di Katingan menjadi pilihan.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

 

PELETAKAN batu pertama pembangunan IKN di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Presiden RI Joko Widodo dan gubernur se-Indonesia akan mengunjungi lokasi IKN pada 13-16 Maret mendatang.

Presiden RI Joko Widodo akan berkemah di titik 0 IKN, memberikan arahan kepada para gubernur se-Indonesia, serta mengadakan pertemuan bersama tokoh adat di Kalteng, seperti tokoh adat Kutai, Dayak, Paser, Berau, Banjar, Bugis, dan Jawa. Selain itu, akan digelar pula doa bersama demi kelancaran pemindahan IKN Nusantara dari Jakarta ke Sepaku, serta penanaman pohon dan peletakan tanah yang didatangkan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Gubernur se-Indonesia diminta membawa unsur tanah dan air dari daerah masing-masing. Dari Kalteng, unsur tanah dan air diambil dari perwakilan wilayah. Salah satunya dari tempat bersejarah objek wisata Bukit Batu Kasongan, Kabupaten Katingan. Objek Wisata ini juga dikenal dengan sebagai tempat pertapaan pahlawan nasional Tjilik Riwut yang juga merupakan gubernur kedua Kalteng.

Prosesi pengambilan unsur tanah ini dilakukan oleh tokoh-tokoh agama, yang selanjutnya disatukan dengan unsur air dan tanah dari beberapa wilayah di Kalteng. Di antaranya unsur tanah dari Istana Kuning Kerajaan Kutaringin dan unsur air yang merupakan pertemuan antara Sungai Rungan dan Sungai Kahayan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Adiah Chandra Sari mendampingi rohaniwan (Basir) pada proses pengambilan tanah di lokasi pertapaan pahlawan nasional Tjilik Riwut, di objek wisata Bukit Batu Kasongan, Kabupaten Katingan.

“Tanah ini nantinya akan dibawa ke IKN,” katanya, Kamis (10/3).

Tanah dan air tersebut akan dikumpulkan menjadi satu dengan tanah dan air yang dibawa masing-masing gubernur se-Indonesia. Disatukan dan akan menjadi bahan pada peletakan batu pertama pembangunan IKN.

“Nantinya tanah dan air itu akan jadi salah satu bahan dalam peletakan batu pertama pembangunan IKN,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan dikumpulkannya tanah dan air dari seluruh Indonesia, maka diharapkan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia tetap terjalin dengan baik ke depannya. Peletakan batu pertama ini akan dilaksanakan pada 14 Maret, bersamaan dengan kunjungan presiden dan gubernur se-Indonesia yang akan berlangsung hingga 16 Maret.

“Nanti untuk perwakilan Kalteng, Bapak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang akan meletakkannya,” beber Adiah.

Sementara itu, rohaniwan (Basir) Fransiskus Widodo mengatakan, melalui peletakan batu pertama menggunakan tanah dan air dari seluruh Indonesia ini, ada harapan besar bahwa IKN yang baru ini dapat mempersatukan dan memakmurkan bangsa Indonesia.

“Yang kita laksanakan hari ini (kemarin, red) adalah ritual pengambilan tanah yang nantinya akan diantar ke lokasi pembangunan IKN di Kaltim,” ucapnya. Fransiskus menyebut, sebelum proses pengambilan tanah, terlebih dahulu dilakukan ritual pembacaan doa, agar tanah yang diambil itu bisa memberi kesuburan dan kemakmuran di IKN. Kemudian akan dipersatukan dengan tanah dan air dari seluruh provinsi se-Indonesia.

“Prosesi pengambilan tanah ini disebut dengan manguit petak sintel, harapan kami selaku putra daerah Kalteng, pembangunan IKN yang baru di Kaltim terlaksana dengan lancar dan keberadaan IKN yang baru ini bisa memberi dampak pada peningkatan kemakmuran maupun kemajuan bangsa dan negara ini,” pungkasnya. (ce/ram)