PALANGKA RAYA-Muyawarah Cabang (Muscab) IV Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kalteng sudah dilaksanakan. 13 daerah sudah punya calon yang memenuhi syarat untuk dipilih menakhodai Partai Demokrat tingkat kabupaten. Terkecuali Kota Palangka Raya. Tidak ada satu nama calon dalam daftar yang dibeberkan oleh Demokrat. Meski demikian, secara keseluruhan 14 kabupaten/kota belum ada ketua terpilih.

Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalteng Hatir Sata Tarigan menjelaskan, hingga Senin (14/2) belum ada keputusan terkait nama ketua DPC yang akan ditunjuk.

“Sepengetahuan kami juga belum ada rapat tim 5 yang terdiri dari ketua umum, sekjen, kepala BPOKK DPP, serta ketua dan Sekretaris DPD Kalteng,” katanya saat dikonfirmasi Kalteng Pos via telepon, Senin (14/2).

Menurutnya, kendati sejumlah nama calon ketua DPC telah diusulkan dan diterima dewan pimpinan pusat (DPP), tapi SK-nya akan langsung dikeluarkan DPP sebagai ketua terpilih dan sekalian sebagai ketua formatur, karena merupakan kewenangan penuh DPP.

"Sebelum dikeluarkan SK nanti, tentu akan didahului dengan rapat bersama tim 5, selanjutnya SK akan dikeluarkan agar selanjutnya ada konsolidasi partai di daerah, seperti yang diarahkan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD H Nadalsyah beberapa waktu lalu," terang Hatir.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar partai tetap solid di daerah. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua DPC, tentu pertimbangannya adalah untuk kemajuan partai di daerah tersebut. Terutama dalam menggadapi pileg, pilpres, dan pilkada mendatang.

"Pengurus itu hanya jabatan amanah, tapi hak untuk di legislatif dan eskutif setiap kader punya peluang yang sama. Jadi semua kader tanpa terkecuali harus selalu siap menjalankan apa yang diinstruksikan oleh partai ke depan,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Demokrat Elsanto H Nyampai menjelaskan, rapat lanjutan yang dilakukan pasca muscab membahas terkait internal partai dan kesiapan konsolidasi ke depan.

"Kalau dari panitia penyelenggara sebenarnya (muscab) tidak alot, karena panitia melaksanakan tugas sesuai dengan tahapan yang ada. Yang menjadi masalah adalah DPP yang menunda pelaksanaan muscab khusus DPC Kota Palangka Raya," kata Elsanto H Nyampai, beberapa waktu lalu.

Alasan penundaan, lanjut Elsanto, tidak diketahui dan disampaikan kepada DPD. Sehingga masih harus menunggu perintah DPP. Setiap kader akan patuh serta taat kepada perintah tersebut.

"Sidang kemarin pun tidak dibuka, cuman pengantar bahwa Muscab DPC Kota Palangka Raya ditunda sampai waktu yang akan ditentukan oleh DPP ke depan. Alasan pun mereka tak ingin berdebat,” tegasnya.

Jika ada pihak yang merasa keberatan, kata Elsanto, dipersilakan menyampaikan secara tertulis dan selanjutnya akan diteruskan ke DPP untuk ditindaklanjuti.

Ditegaskannya bahwa sudah ada dua orang yang mendaftar menjadi bakal calon. Namun sampai saat ini belum ada keputusan. “Terkait DPC Kota Palangka Raya, menunggu saja,” terangnya lagi.

Terkait kekecewaan bakal calon, pihaknya berharap agar langsung disampaikan kepada DPP, sehingga mendapat informasi dan jawaban yang pasti. Tidak perlu melewati panitia ataupun DPD. Meski demikian, kepanitiaan belum berakhir karena masih menunggu rapat selanjutnya.

Pihaknya berharap agar kedua bakal calon siap untuk di-muscab-kan. Sebab apapun yang terjadi, belum ada perubahan yang dilakukan. Calonnya tetap dua orang. Juga belum ada instruksi DPP terkait bentuk penyelesaian ke depan.

Ditambahkan Elsanto, 13 kabupaten telah mengajukan nama calon ketua DPC periode 2022-2027 yang telah dinyatakan lolos sebagai calon.

"Mencakup Murung Raya (Akmad Gunadi), Barito Utara (Ir Hj Mery Rukaini MIP), Barito Selatan (Idariani SE), Barito Timur (Raran AMd dan Depe SE), Gunung Mas (Untung J Bangas dan Neni Yuliari), Kapuas (Peniana dan H Parij Ismeth Rinjani SH), Pulang Pisau (Jamilah), Katingan (M Efendi SHut), Kotim (H M Jhon Krisli SE MSi dan Parimus SE), Seruyan (Arrahman dan Nardi), Kobar (Bambang Purwanto S ST MH), Sukamara (Purwanto), dan Lamandau (Agustinus Assan),” bebernya.

Sementara untuk penetapan nama calon ketua DPC Kota Palangka Raya ditunda karena perintah DPP. Pihaknya masih terus menunggu informasi dari DPP. Karena sesuai aturan organisasi kepartaian Partai Demokrat, penetapan calon ditentukan oleh tim 5 yang terdiri dari ketua umum, sekjen, kepala BPOKK pusat, serta ketua dan sekretaris DPD.

"Jadi tunggu saja apa keputusan DPP untuk selanjutnya diteruskan kepada DPC se-Kalteng. Kami berharap secepatnya, sehingga konsolidasi partai tetap berjalan," tutupnya. (nue/ce/ala)