PALANGKA RAYA-Masih belum munculnya nama calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Palangka Raya menjadi tanda tanya. Namun belum ada penjelasan mengenai alasan penundaan untuk musyawarah cabang (muscab) pengusulan nama calon. Padahal untuk 13 daerah lain sudah lengkap nama-nama yang memenuhi syarat untuk bersaing menjadi pimpinan Demokrat tingkat kabupaten.

Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Demokrat Elsanto H Nyampai menjelaskan, rapat lanjutan yang dilakukan setelah muscab adalah terkait kesiapan internal untuk konsolidasi ke depan.

"Kalau dari panitia penyelenggara, sebenarnya (muscab) tidak alot. Karena panitia melaksanakan tugas sesuai dengan tahapan yang ada. Yang menjadi masalah adalah DPP yang menunda pelaksanaan muscab khusus DPC Kota Palangka Raya," kata Elsanto H Nyampai kepada Kalteng Pos, Selasa (1/2).

Alasan penundaan, kata Elsanto, tidak diketahui pasti dan juga tidak disampaikan kepada dewan pimpinan daerah (DPD). Masih harus menunggu perintah DPP. Setiap kader akan patuh serta taat kepada perintah pusat.

"Sidang kemarin pun tidak dibuka, cuman pengantar bahwa Muscab DPC Kota Palangka Raya ditunda sampai waktu yang akan ditentukan oleh DPP. Alasan pun mereka tak ingin berdebat,” tegasnya.

Perihal penundaan itu, apabila ada pihak yang merasa keberatan, kata Elsanto, dipersilakan menyampaikan secara tertulis agar bisa diteruskan ke DPP untuk ditindaklanjuti.

Disebutkannya, ada dua kader yang sudah mendaftar jadi bakal calon katua. Namun sampai saat ini belum ada keputusan apapun, karena rapat belum dibuka. “Sejauh ini terkait DPC Kota Palangka Raya, masih menunggu saja,” terangnya.

Apabila terdapat bakal calon yang merasa kecewa atas penundaan itu, ia berharap bisa menyampaikan langsung kepada pihak DPP agar mendapat informasi pasti. Tidak perlu harus melalui panitia maupun DPD. Meski demikian, kepanitiaan belum berakhir dan menunggu rapat selanjutnya.

Dirinya berharap agar kedua bakal calon siap untuk di-muscab-kan. Sebab apapun yang terjadi, belum ada perubahan berarti. Sejauh ini calonnya tetap dua orang. Juga belum ada instruksi dari DPP terkait penyelesaian ke depan.

Ditambahkan Elsanto, 13 kabupaten telah mengajukan nama yang telah dinyatakan lolos sebagai calon ketua DPC periode 2022-2027.

“13 kabupaten tersebut mencakup Murung Raya (Akmad Gunadi), Barito Utara (Ir Hj Mery Rukaini M IP), Barito Selatan (Idariani, SE), Barito Timur (Raran A Md dan Depe SE), Gunung Mas (Untung J Bangas dan Neni Yuliari), Kapuas (Peniana dan H Parij Ismeth Rinjani SH), Pulang Pisau (Jamilah), Katingan (M Efendi S Hut), Kotim (H M Jhon Krisli SE MSi dan Parimus SE), Seruyan (Arrahman dan Nardi), Kobar (Bambang Purwanto S ST MH), Sukamara (Purwanto) dan Lamandau (Agustinus Assan),” bebernya.

Sementara untuk calon ketua DPC Kota Palangka Raya ditunda atas perintah DPP. Sehingga pihaknya masih terus menunggu informasi yang akan disampaikan DPP. Sesuai aturan Partai Demokrat, penetapan calon ditentukan oleh tim 5 yang terdiri dari ketua umum DPP, sekjen, kepala BPOKK pusat, ketua DPD, dan sekretaris DPD.

"Jadi kita menunggu saja apa yang menjadi keputusan DPP, untuk selanjutnya diteruskan kepada semua DPC se-Kalteng. Berharap bisa secepatnya, sehingga konsolidasi partai terus berjalan dengan baik," tutupnya. (nue/ce/ala)