PALANGKA RAYA-Vihara Avalokitesvara di Jalan Tjilik Riwut Km 9 Palangka Raya mulai disolek. Warga Tionghoa terlihat memasang lampu lampion dan membersihkan rupang. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang jatuh pada 1 Februari 2022. Tahun ini merupakan kali kedua perayaan Imlek di tengah pandemi. Tahun Baru Imlek yang merupakan perayaan penting orang Tionghoa tetap diperingati, meski dilaksanakan secara sederhana tanpa ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Masyarakat Tionghoa yang berada di Bumi Tambun Bungai ini tetap melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek.

1 Februari 2022 merupakan tahun ke-2.573. Tema yang diangkat tahun ini yakni “Semoga Hari Esok Lebih Baik”. Ketua Majelis Budayana Indonesia (MBI) Palangka Raya Romo Sulistio mengatakan, setiap tahun diharapkan ada hal baru yang tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Misal saja kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19 dan ekonomi bisa lebih bagus lagi," katanya saat diwawancarai di Vihara Avalokitesvara, Jumat (28/1).

Imlek tahun ini adalah Shio Macan Air. Ada banyak harapan yang ingin didapatkan. Tentunya yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain perbaikan ekonomi, ada harapan besar agar pandemi cepat berakhir dan Palangka Raya tetap aman serta kondusif.

"Ya kami berharap ada perubahan di Tahun Baru Imlek ini, Indonesia khususnya Kota Palangka Raya tetap kondusif, masyarakat hidup rukun dalam keberagaman adat, budaya, dan agama. Selain itu, semoga perekonomian bisa segera membaik meski pandemi belum berakhir,” harapnya.

Di Vihara Avalokitesvara Palangka Raya dilaksanakan kegiatan yang menjadi tradisi tahunan, yakni membersihkan lingkungan vihara, termasuk rupang yang ada di vihara.

"Meskipun dalam kondisi pandemi, kami tetap melaksanakan kegiatan rutin ini, membersihkan vihara walaupun tidak seramai tahun-tahun sebelum pandemi," ucap pria yang biasa disapa Koh Aphin ini.

Dijelaskannya, dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek kali ini, pihaknya mengadakan bakti sosial dengan memberikan 120 paket bantuan kepada warga kurang mampu.

"Untuk acara intinya yakni melaksanakan ibadah di dua titik lokasi, yakni di Vihara Cetiya Kiat Yan Si dan Vihara Avalokitesvara," bebernya.

Sementara itu, kegiatan rutin seperti barongsai naga dan pelepasan lampion, untuk sementara ditiadakan karena masih dalam kondisi pandemi.

Di sisi lain, perayaan Tahun Baru Imlek tidak luput dari nien kao atau kue keranjang. Salah satu penjual kue keranjang di Kota Palangka Raya, Ling Ling mengaku pihaknya menyediakan kue ini. Yang berminat bisa mendatangi Rumah Makan Singkawang di Jalan Bangka, kompleks Pasar Besar Palangka Raya.

Menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Selasa (1/2), kue yang dibuat setahun sekali ini sudah habis diborong pemesan. Peminatnya tak hanya warga Tionghoa. Masyarakat lokal pun tak sedikit yang menggemarinya.

"Jumat (28/1) pembuatan terakhir, itupun semuanya sudah dipesan orang," ucap Ling Ling. (ena/abw/ce/ala)