Wakil Ketua I Komisi C DPRD  Kota Palangka Raya M Hasan Busyairi mengaku cukup beralasan jika banyak masyarakat yang mengkhawatirkan varian baru Covid-19, Omnicron masuk ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu. Pasalnya, Kota Palangka Raya merupakan salah satu pintu masuk dan keluar utama serta daerah perlintasan antarprovinsi.

Kondisi itu membuat masuknya varian baru Covid-19 cukup rawan, jika tanpa antisipasi memadai dari semua pihak. "Yang kita khawatirkan varian baru ini, kita lihat di luar daerah, pasti Palangka Raya menjadi pintu masuk, karena yang datang dari luar daerah itu,pasti masuknya ke Palangka Raya kalau mau ke Provinsi Kalimantan Tengah. Karena disini ada bandara," kata Hasan, Kamis (27/1/2022).

Oleh karena itu, legislator dari Fraksi Golongan Karya DPRD ini menegaskan bahwa protokol kesehatan yang harus tetap dijaga guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut. "Tetap menerapkan prokes, meskipun Covid-19 bisa dikendalikan, jangan lupa pakai masker, karena bagaimana pun juga itu kan sudah nyata ada di Indonesia, termasuk yang ada di Jakarta. Kita khawatir dengan adanya intensitas penerbangan, banyak orang masuk ke Palangka Raya, tidak menutup kemungkina bisa terbawa" bebernya.

Hingga Kamis (27/1), data Satuan Tugas Covid-19 setempat mencatat, total kasus positif Covid-19 yang tercatat sebanyak 13.135 kasus. Sedangkan pasien Covid-19 yang dirawat kini sebanyak 3 orang.

Kemudian, untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tidak mengalami penambahan. Sehingga total kasus Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 12.612 kasus. Sementara itu, pasien Covid-19 yang meninggal di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tidak mengalami penambahan. Sehingga total pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 ada 520 kasus. (kaltengpos)