Masyarakat Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya sebentar lagi akan memiliki bundaran yang dengan nuansa etnik nan modern. Itu karena, mulai tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan memulai renovasi Bundaran Besar Palangka Raya yang menjadi ikon ibu kota provinsi ini.

Kepala Dinas PUPR Kalteng H Shalahuddin mengatakan, renovasi Bundaran Besar akan segera dimulai tahun ini. Untuk desain tidak mengubah sejarah dan juga mengusung kearifan lokal masyarakat Dayak Provinsi Kalteng.

"Renovasi ini dilaksanakan dengan sistem kontrak tahun jamak atau Multi Years Contrack (MYC). Kegiatan dimulai tahun ini hingga 2024 mendatang," ucapnya, Rabu (5/1). Renovasi Bundaran Besar tersebut, dikatakannya menggunakan anggaran sekitar Rp 125 Miliar.

Sementara untuk pengerjaan fisik selama 2 tahun anggaran. "Rincian penganggaran Rp 98 M pekerjaan utama, dan ini masuk MYC dengan pembayaran selama 3 tahun anggaran. Kemudian pekerjaan pelengkap beserta interior masuk di reguler dengan anggaran Rp 27 M," ujarnya.
Kadis PUPR Kalteng pun berharap dukungan masyarakat Kalteng agar pembangunan dapat berjalan lancar. Dengan demikian, ikon Ibu Kota Provinsi Kalteng menjadi daya tarik bagi daerah ini. (arj)