Pada tahun 2019 Presiden Jokowi telah menetapkan kebijakan pemindahan ibukota negara, dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan saat ini penataan ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara mulai dilaksanakan, dalam rangka mengejar target penyelesaian tahun 2024 mendatang.

Meskipun masih dalam proses yang panjang akan tetapi, pada gilirannya kepindahan ibukota ke Kaltim tentunya mempunyai dampak yang siginifikan, bagi Kabupaten Murung Raya (Mura). Karena termasuk dalam salah satu kabupaten penyangga ibukota. Bupati Mura, Perdie M Yoseph mengatakan, menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus berbenah tidak saja dalam hal peningkatan pembangunan di bidang infrastruktur.

“Akan tetapi berupaya meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan bernilai jual tinggi sesuai dan sejalan dengan visi dan misi tertuang dalam RPJMD Kabupaten Murung Raya 2018-2023,” ungkap Perdie M Yoseph,Senin (3/01). Bupati dua periode berjalan ini mengajak semua untuk tetap bahu-membahu, bergandengan tangan, bekerja keras dan lebih serius lagi dalam menjalan tugas dan pengabdian. “Terutama membangun Murung Raya tercinta ini menuju cita–cita bersama, yakni terwujudnya masyarakat sejahtera dan bermartabat, berbasis pembangunan perdesaan menuju Murung Raya EMAS 2030,” ulasnya.

Namun imbuh dia, hal ini tentunya tidak akan tercapai tanpa adanya rasa saling memiliki, persaudaraan yang erat dan kesatuan hati sembari bersama berdoa agar situasi kondusif, aman tenteram dan damai di Bumi Tana Malai Tolung Lingu ini tetap terjaga. “Karena dengan situasi yang kondusif, kita dapat menggerakkan dan mengarahkan pembangunan guna kepentingan bersama,” tegasnya. (kaltengpos)