Tim Satgas Covid-19 Kalteng meriliskan bahwa saat ini Kalteng memiliki dua kabupaten yang sudah berzona hijau. Setelah sebelumnya Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dinyatakan zona hijau, kini bertambah Kabupaten Murung Raya (Mura) dinyatakan zona hijau.

“Ada satu kabupaten yang bertambah berada di zona hijau, artinya tidak ada kasus Covid-19 yaitu Kabupaten Barsel dan Mura,” kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kalteng Falery Tuwan, Kamis (30/12).

Diungkapkannya, untuk kabupaten/kota yang masih berada di zona kuning dengan risiko rendah yakni Barito Utara, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Seruyan, Lamandau, Barito Timur, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas, Kapuas dan Sukamara.

"Kami terus mengingatkan kepada tim Satgas Penanganan Covid-19 di kabupaten/kota untuk terus meningkatkan upaya pengendalian Covid-19 serta percepatan vaksinasi," ucapnya, kemarin.

Sementara itu, Ketua Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng Rini Fortina mengatakan, terkait dengan jumlah target yang ditetapkan, Kabupaten Kapuas merupakan daerah yang memiliki target paling tinggi. Kemudian yang perlu dilihat yakni percepatan daerah melakukan vaksinasi.

“Dari sisi petugas yang diterjunkan juga perlu dilihat, jika dibandingkan dengan daerah lain juga harus dilihat apakah juga memiliki kecukupan sumber daya yang sama,” ucapnya.

Selain itu, juga melihat kondisi daerah, apakah mudah dijangkau atau tidak dan juga budaya masyarakat terhadap penerimaan vaksin. Untuk itu, langkah yang bisa dilakukan oleh daerah juga tergantung kepala daerah. “Peran kepala daerah sangat besar, kepala daerah yang lebih tahu sikap masyarakatnya dan perlu dorongan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, terhadap kabupaten yang masih belum maksimal dalam pendataan sasaran hingga alokasi vaksin, pihaknya berharap agar kabupaten/kota mengikuti pedoman yang telah ditetapkan, sehingga menghindari terjadinya kedaluarsa vaksin.

“Meskipun penetapan target bersifat top down dari pusat, seyogyanya setelah sampai di kabupaten target yang ada kemudian dibagi sampai tingkat desa dan selanjutnya setiap desa dapat memetakan berdasarkan nama dan alamat,” pungkasnya. (kaltengpos)