PALANGKA RAYA-Covid-19 masih menghantui seluruh masyarakat terlebih selama dua tahun terakhir ini masih ditetapkan pandemi dan terus mengalami mutasi. Kini, varian omicron tengah menjadi perbincangan dunia dan Indonesia, namun menghadapi varian ini masyarakat hanya perlu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Menanggapi hal demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng dr Suyuti Syamsul mengatakan, bahwa masyarakat tidak perlu terlalu takut terhadap varian baru ini. Yang menjadi kunci utama menghadapi varian Covid-19 yakni dengan penerapan prokes ketat.

"Sebetulnya varian apapun itu tidak perlu khawatir apabila menerapkan prokes dengan ketat, sampai pandemi ini dicabut dan masyarakat bisa melaksanakan aktivita seperti semula," ucapnya, kemarin.

Ditegaskannya, bahwa varian omicron ini menurut beberapa penelitian memiliki kecepatan penularan yang cukup tinggi. Bahkan lebih tinggi daripada varian-varian sebelumnya, tetapi tingkat fatality rate atau angka kematian lebih rendah. "Varian sebelumnya pun demikian, tingkat penularan tinggi tetapi nangka kematiannya rendah," tegasnya.

Namun, dengan kecepatan penularan yang tinggi ini apabila terus berlanjut, maka tentu saja juga bisa berdampak pada angka kematian. Lantaran, apabila terlalu banyak orang yang sakit dan masuk ke rumah sakit maka perbandingan antara dokter dan pasien, perawat dan pasien termasuk dengan alat itu tidak seimbang.

"Bisa saja terlalu banyak pasien yang sakit kemudian alat tidak seimbang, misal saja banyak yang memerlukan ventilator dan ketersediaannya tidak seimbang dengan masyarakat yang sakit, berakibat tingginya kematian," ujarnya. Dengan demikian cara mencegah peningkatan kasus dan penularan varian omicron ini yakni dengan menekan orang yang masuk rumah sakit. (abw/ala)