PALANGKA RAYA-Berlibur ke tempat wisata menjadi salah satu agenda rutin yang menjadi kebiasaan masyarakat untuk menikmati libur hari besar keagamaan maupun pergantian tahun. Termasuk perayaan malam pergantian tahun baru. Sadar akan terjadi potensi kerumunan masyarakat yang bisa menyebabkan penularan Covid-19, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran telah mengeluarkan instruksi untuk membatasi kegiatan masyarakat. 

Instruksi gubernur nomor 180.17/237/2021 tersebut terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal tahun baru 2022. Ada beberapa pengaturan dalam rangkan mencegah penularan Covid-19 salah satunya pengaturan khusus untuk tempat wisata. 

“Ada beberapa hal penting dalam instruksi gubernur itu tentang penanaganna dan penangulangan Covid-19 selama Nataru berlaku 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Falery Tuwan saat menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat natal dan tahun baru (Nataru) di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng. 

Diungkapkannya, berkenaan pengaturan tempat wisata, dalam instruksi gubernur itu agar tempat wisata mengaktifkan optimalisasi fungsi Satgas Covid-19 oleh pengelola tempat wisata. Kemudian mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar menerapkan prokes yang baik. 

“Tempat wisata juga menerapkan pengaturan ganjil-genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas dengan tetap menerapkan prokes yang lebih ketat,” ungkapnya.  

Dalam memasuki area wisata, memperkuat penggunaan dan penegakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk. “Yang boleh masuk wisata itu yang barcodenya berwarna hijau, artinya masyarakat sudah vaksin dua kali, mohon ketegasan petugas di lapangan,” tegasnya. 

Selain itu, lanjut Falery, memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa menjaga jarak, membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 75 persen dari kapasitas total. Teramasuk, melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka maupun tertutup.

“Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif dan membatasi kegiatan masyarakat termasuk seni budaya yang menimbulkan kerumunan yang berpotensi terhadap penularan Covid-19,” pungkasnya.

 Terpisah, Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid – 19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, untuk teknis pengamanan malam tahun baru pihaknya selaku Satgas Kota akan berkolaborasi dengan Satgas Covid -19 Provinsi. Dimana Satgas Covid – 19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan melakukan patroli ke tempat – tempat ibadah dan juga Tempat Hiburan Malam (THM) mulai pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.  

Sedangkan Satgas Kota Palangka Raya akan melakukan hal serupa mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari, sebagai upaya mengantisipasi adanya perayaan pergantian malam tahun baru yang menyebabkan kerumunan masa. “Saya baru bertemu dengan bapak wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, dan beliau menyatakan dan meminta seluruh tempat hiburan malam, kafe dan restoran yang menerima makan di tempat jam 22.00 WIB harus sudah tutup,” ungkapnya kemarin.

Sedangkan untuk titik rawan kerumunan saat ini pihaknya mengira ada pada THM, kafe dan alun – alun kota seperti daerah menuju bundaran, maka dari itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Untuk melakukan pengalihan arus menuju bundaran, karena bundaran akan ditutup total selama malam tahun baru, yang diperkirakan mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB. Sehingga masyarakat dilarang beraktivitas di area bundaran.

Secara garis besar Emi mengatakan, pengamanan akan dilakukan secara mobile atau patroli. Dimana ada laporan masyarakat terjadi kerumunan malam pergantian tahun makan akan langsung ditindak oleh pihaknya. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar merayakan pergantian malam tahun baru secara sederhana dan secara kekeluargaan saja, sehingga kesannya tetap ada namun tidak menyebabkan kerumunan,” pungkasnya. (abw/ahm/ala)