PALANGKA RAYA-Tak sedikit warga yang menggantungkan hidupnya pada objek wisata yang ada di Kota Palangka Raya. Penghasilan mereka bergantung pada jumlah pengunjung. Makin banyak pengunjung, makin banyak untung. Terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Jumlah wisatawan lokal diprediksi bakal melonjak dari hari-hari biasa.

Pengelola destinasi wisata susur Sungai Sebangau di Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya siap menyambut wisatawan lokal saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). Mereka berharap pemerintah mengizinkan objek wisata tetap dibuka untuk pengunjung.

“Kami berharap agar tahun ini (bisa) dibuka,” ucap Juhrian, salah satu pengurus Kelompok Sadar Wisata dari Taman Wisata Sebangau Palangka Raya kepada Kalteng Pos, Minggu (5/12). Juhrian mengatakan pihak Pokdarwis beserta warga yang tinggal di sekitar tempat wisata tersebut siap mengikuti aturan yang dibuat pemerintah, asalkan tempat wisata tersebut tetap dibuka selama libur Nataru.

“Mungkin pengunjung yang masuk bisa dibatasi, tidak harus full kayak dulu, jadi tiap hari tetap dibuka, tapi dibatasi jumlah pengunjungnya,” ujar pria yang juga merupakan koordinator untuk kapal wisata ini.

Dalam keterangannya Juhrian menyebut bahwa pihaknya belum mengetahui apakah selama libur Nataru kali ini, tempat wisata Kereng Bangkirai diizinkan beroperasional seperti biasa. “Kami belum tahu, karena belum ada informasi itu ke kami,” ucapnya.

Kalaupun nanti pemerintah memutuskan untuk menutup tempat wisata selama Nataru, pihaknya berharap agar ada sosialisasi jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan demikian, warga yang mengais rezeki sebagai pedagang tak perlu merugi karena menyetok persediaan bahan dagangan untuk dijual selama musim libur Natal dan tahun baru, sebagaimana kejadian tahun sebelumnya.

“Kami akan berusaha meminta kepada mereka (pemerintah kota, red), kalau bisa dua atau tiga hari sebelumnya ada pemberitahuan, jadi para pedagang tidak perlu menyetok barang dagangan, karena kalau mendadak pemberitahuannya, kasihan mereka (pedagang, red) pak,” kata Juhrian.

Juhrian mengaku bahwa dalam beberapa waktu terakhir mulai ada peningkatan pengunjung di taman wisata Air Hitam Sebangau. “Tapi untuk hari ini (minggu, red) sedikit saja, agak kurang,” terangnya. Permintaan untuk tidak menutup tempat wisata Air Hitam Sebangau juga disampaikan Idris, pedagang makanan dan minuman yang berjualan di tempat tersebut. “Harapan kami, mudah-mudahan tempat wisata ini tidak ditutup nanti,” kata Idris.

Menurut pria yang mengaku sudah berjualan sejak tempat wisata Kereng Bangkirai dibuka, perekonomian para pedagang yang berjualan di tempat tersebut sangat bergantung pada pengunjung. “Kalau tempat wisata ini ditutup, otomatis menurun pendapatan ekonomi kami, mau tak mau kami harus cari usaha lain, itupun kalau ada,” ujarnya.

Sementara itu, Ifi yang merupakan operator perahu wisata di taman wisata tersebut mengatakan, jumlah pengunjung kemarin cukup ramai. “Sedang-sedanglah, lumayan,” kata Ifi usai mengantar para pengunjung melihat panorama Sungai Sebangau menggunakan kapalnya.

Ifi menerangkan, biaya angkut per pengunjung sebesar Rp20 ribu. Sedangkan untuk pengunjung rombongan yang ingin menyewa kapal, dikenakan biaya Rp200 ribu hingga 500 ribu sekali berangkat. “Jarak dekat 300 ribu, kalau agak jauh 500 ribu,” beber Ifi. Ia pun tidak setuju jika tempat wisata ditutup selama masa libur Natal dan tahun baru.

Dia berharap selama periode Nataru, tempat wisata di Kereng Bangkirai tetap dibuka untuk pengunjung. Ifik mengaku siap menerapkan aturan protokol kesehatan selama melayani pengunjung. “Kami sebagai pelaku wisata pengennya tetap buka dan kami juga sudah mengikuti prosedur pencegahan Covid, misalnya penumpang yang diangkut 50 persen, pokoknya jangan ditutuplah,” pungkasnya.

Dari pantauan Kalteng Pos, Minggu (5/12), taman wisata susur Sungai Sebangau terlihat ramai dikunjungi warga menjelang sore hari. Pengunjung lebih banyak memilih berjalan-jalan dan bersantai bersama teman dan keluarga di sekitar Dermaga Kereng Bangkirai. Ada juga yang menumpangi perahu wisata atau perahu bebek untuk menikmati panorama alam. Sayangnya, sejak siang hingga sore hari kemarin, tidak terlihat ada petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada pengunjung di pintu masuk tempat wisata. (sja/ce/ala)