PALANGKA RAYA-Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 671 dengan rute Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menuju Bandara Soekarno-Hatta batal terbang, Jumat (5/11). Pemicunya adalah ditemukannya retakan kaca di dekat ruang kabin pesawat. Akibatnya, 214 orang penumpang pesawat yang seharusnya terbang pada pukul 09.40 WIB, terpaksa dialihkan jadwal keberangkatannya menggunakan maskapai Lion Air yang lain.

Manajemen Lion Air dari Kantor Perwakilan Kalsel-Teng Agung Purnama membenarkan informasi batalnya penerbangan tersebut. Dikatakannya, batalkannya penerbangan pesawat Lion Air JT 671 karena ditemukan kendala teknis, sehingga pilot pesawat memutuskan utuk tidak terbang.

Agung menuturkan, kendala teknis yang dimaksud yakni adanya retakan pada kaca bagian depan pesawat. “Kaca di bagian depan pesawat itu ada sedikit keretakan, kami merasa kurang aman untuk penerbangan dengan kondisi seperti itu, sehingga kami harus melaksanakan tindakan lebih lanjut berupa pengecekan,” kata Agung kepada Kalteng Pos via telepon, kemarin.

Ditambahkannya, retakan pada kaca bagian depan pesawat tersebut pertama kali dilihat oleh pilot yang bertugas menerbangkan pesawat itu. Sejauh ini pihak maskapai masih melakukan investigasi penyebab munculnya retakan pada kaca pesawat itu.

“Soal retakan itu kenapa terjadi, masih dalam proses penyelidikan, apakah karena adanya tekanan udara yang berbeda atau seperti apa, kami masih belum tahu,” ujarnya. Karena pertimbangan keselamatan penerbangan, maka pihak Lion Air memutuskan membatalkan penerbangan pesawat Lion Air JT 671 ini. Agung juga menjelaskan bahwa pesawat Lion Air JT 671 ini rencananya terbang dari Bandara Tjilik Riwut menujut Bandara Soekarno-Hatta, dengan membawa 214 penumpang ditambah 7 orang kru pesawat. “Total penumpang pesawat berjumlah 221 orang, termasuk kru,” ucapnya.

Terkait pembatalan penerbangan ini, pihak maskapai Lion Air telah memberi kebebasan kepada para penumpang untuk memilih opsi pengembalian uang (refund) terhadap tiket yang sudah dibeli atau memindahkan jadwal penerbangan dengan tetap menggunakan pesawat Lion Air.

Agung mengaku mendapat informasi dari pihak perwakilan Lion Air di Palangka Raya, bahwa hampir 80 persen penumpang JT 671 ini memilih tetap berangkat menggunakan pesawat Lion Air yang dijadwalkan terbang pada siang harinya.

“Sebagian besar penumpang akan tetap berangkat (kemarin) dengan pesawat Lion Air JT 867 yang terbang pukul 14.00 WIB,” kata Agung yang juga mengatakan bahwa sebagian penumpang lagi memilih menunda keberangkatan dan akan terbang dengan tetap menggunakan pesawat Lion Air yang di jadwalkan terbang pada Sabtu (hari ini).

Di akhir keterangannya, Agung mengatakan bahwa kejadian ini menjadi bukti bagi masyarakat, bahwa pihakmaskapai Lion Air selalu memegang teguh komitmen mengedepankan keselamatan dan keamanan dalam setiap penerbangan.  Mewakili pimpinan perusaahaan Lion Air perwakilan wilayah Kasel-Teng, Agung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang pesawat Lion Air JT 671 atas pembatalan penerbangan.

Terpisah, EGM PT Angkasa Pura II Siswanto selaku kepala Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya membenarkan informasi tersebut. “Info yang kami terima, pesawat Lion Air dengan nomor flight JT 671,Reg: PK-LHS tujuan Jakarta mengalami technical reason,” terang Siswanto dalam keterangan tertulisnya.

Siswanto mengatakan, keputusan untuk membatalkan keberangkatan pesawat Lion Air tersebut karena pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan dan seluruh penumpang pesawat. (sja/ce/ala)