PALANGKA RAYA-Informasi kelulusan peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru rencananya akan diumumkan hari ini, Jumat (8/10). Berdasarkan informasi, secara nasional banyak guru yang dinyatakan tidak lulus seleksi ini, tak terkecuali di Kalteng.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Achmad Syaifudi mengatakan, ini merupakan hasil yang mau tak mau diterima. Tentu data ini semuanya sudah dilihat oleh pihak kementerian.

“Pengumumannya rencana tanggal 8 Oktober, apakah nanti tepat waktu atau tidak, kami belum bisa memastikan,” katanya saat diwawancarai, Rabu (6/10).

Diungkapkannya, bagi peserta yang tidak lulus seleksi kali ini bisa mengikuti lagi tes gelombang kedua. Diharapkan peserta yang belum beruntung bisa mengikuti lagi tes, meski pada gelombang kedua nanti akan lebih ketat, apalagi pada gelombang ketiga lintas formasi nanti. “Semua kan bersama-sama menuju target tujuan formasi yang sama,” ungkapnya.

Achmad Syaifudi menyebut, melihat guru-guru di Kalteng yang sudah puluhan tahun mengabdi, ia selaku kepala dinas mengharapkan adanya pertimbangan kemanusiaan walau tanpa menghilangkan kompetensi.

“Guru-guru kita yang sudah puluhan tahun mengabdi di desa yang orang lain tidak mau datang ke sana, harusnya ada pertimbangan khusus,” sebut dia.

Misal saja, yang sudah menempuh pendidikan S-2, tapi harus mengajar di desa dengan akses yang sulit dan tanpa jaringan internet, perlu adanya pertimbangan khusus, apalagi yang sudah mengabdi puluhan tahun.

“Mungkin nanti saya akan minta pertimbangan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa ditinjau lagi melalui direktorat terkait, karena saya melihat ada sinyal bahwa ingin meluluskan guru, tapi jangan banyak persyaratannya,” pungkasnya. (abw/ce/ala)