Banjir memang sudah mulai surut. Namun, kepedulian dan memelihara jiwa sosial harus tetap dijalankan. Bhayangkari Polda Kalteng menunjukkan itu. Mereka membagikan paket sembako kepada warga Kelurahan Kameloh Baru yang masih terdampak banjir.

 

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

 

KAPAL cepat dan kelotok parkir rapi di dermaga. Siap membawa rombongan dan 150 paket sembako menuju permukiman warga yang ada di Kelurahan Kameloh Baru. Jarak dari dermaga yang ada di anak Sungai Kahayan ke permukiman itu sekitar tiga kilometer. Lokasinya berada di bibir sungai yang melintasi dua kabupaten dan satu kota itu.

Jalur air menjadi pilihan satu-satunya. Jalan darat berkontur tanah padat bercampur kerikil itu putus total karena banjir. Padahal kebutuhannya sangat begitu vital. Terutama bagi para pelajar yang tinggal di dekat muara jalan Palangka Raya- Pulang Pisau, jalan itu menjadi penghubung menuju tempat menimba ilmu.

Rombongan yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo dan Ketua Bhayangkari Kalteng Martha Dedi Prasetyo tiba di dermaga sekitar pukul 09.15 WIB. Tak menunggu lama, mereka langsung naik ke kapal cepat RIB 01 milik Ditpolairud Polda Kalteng. Kapal cepat bermesin Suzuki 150 PK itu biasa dipakai untuk kebutuhan patroli dan penyelamatan. Pengendali kemudi kapal cepat Bripka Supriyadi membawa kapal cepat dengan kecepatan sedang. Anggota bhayangkari yang lain mengiringi di belakang. Begitu juga 150 paket sembako yang diangkut menggunakan empat kelotok milik warga.

Sekitar 40 menit, tiba di tempat tujuan. Debit air masih menggenangi pelataran rumah warga. Paling tinggi sampai pinggang orang dewasa. Kapolda dan istri langsung meminta Bripka Supriyadi mendekat ke rumah-rumah warga. Langsung memberikan paket sembako. Semringah mereka yang sudah mendapatkannya. Ucapan terima kasih dan doa terucap usai menerima. "Terima kasih Bapak Kapolda dan ibu. Terima kasih," ucap perempuan paruh baya itu usai menerima paket sembako. "Semoga bermanfaat ya Bu," jawab Martha.

Tak hanya memberikan bantuan langsung ke rumah-rumah. Saat melihat ibu dan anak mengayuh dayung, Martha pun langsung memintanya berhenti dan mendekat ke kapal cepatnya untuk memberikan paket sembako.

Tak jauh dari permukiman, ada bangunan sekolah satu atap. Halamannya juga terendam. Beberapa hari sebelumnya, polwan Polda Kalteng memberikan trauma healing bagi mereka. Aktivitas belajar mengajar memang belum optimal di tengah kondisi saat ini. Menurut warga, anak-anaknya ke sekolah hanya untuk mengambil tugas. Dua kali seminggu. Namun, patut diapresiasi, angka kasus Covid-19 sama sekali tidak ada. Dalam waktu dekat, akan diadakan pendidikan tatap muka.

Di sela-sela membagikan paket sembako, Martha menuturkan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bhayangkari Polda Kalteng terhadap warga yang terdampak banjir.Momen ini juga masih dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69 tahun 2021. Ada 150 paket sembako yang dibagikan.

Penulis buku berjudul Mengasuh Anak di Masa Pandemi yang diterbitkan oleh PT RajaGrafindo Persada itu berharap banjir segera surut. Warga terhindar dari segala macam penyakit, dan aktivitas warga segera berlangsung normal. "Kami dari bhayangkari berharap banjir segera berakhir. Agar aktivitas warga kembali normal. Anak-anak bisa menimba ilmu dengan nyaman,"harap ibu dari tiga anak perempuan itu.

Sementara itu, Lurah Kameloh Baru Rulissantie mengatakan ada 229 kepala keluarga yang terdampak banjir. Mewakili warga mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Polda Kalteng terhadap warganya.Ini adalah kegiatan kedua setelah sebelumnya puluhan polwan dipimpin Wakapolda Kalteng Brigjen Oetari Purnamasasi melakukan hal yang sama."Saya mewakili warga sangat-sangat berterima kasih atas kepeduliannya. Semoga bantuan ini bermanfaat, dan seluruh keluarga besar Polda Kalteng diberi kesehatan dan rezeki yang lebih banyak,"ucapnya.(*)