PALANGKA RAYA-Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sudah selesai dilaksanakan pada minggu (19/9) yang lalu. Peserta yang dijadwalkan mengikuti SKD sebanyak 186 tidak hadir tanpa keterangan dan lima terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kalteng Katma F Dirun melalui pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengembangan Suhufi Ibrahim mengatakan seluruh peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini telah melaporkan kondisinya sebelum jadwal SKD dilaksanakan. Apabila peserta melapor di jadwal pelaksanaan SKD atau setelahnya maka hal itu tidak diberikan kompensasi.

“Namun lima peserta yang terpapar Covid-19 ini sudah melaporkan kondisinya maksimal satu hari sebelumnya, sehingga lima orang ini bisa dijadwalkan ulang untuk mengikuti pelaksanaan SKD. Dua peserta dari lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini sudah mendapatkan jadwal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat pada 27 September nanti,” katanya.

Ia menyebut memang surat konfirmasi positif Covid-19 masing-masing peserta itu berbeda. BKN Pusat tentu akan melakukan prediksi sesuai dengan surat tanggal terkonfirmasi dan masa inkubasi dari masing-masing peserta. “Untuk itu tiga orang peserta lainnya akan dijadwalkan ulang oleh BKN,” jawabnya.

Namun, apabila saat penjadwalan ulang itu peserta masih terkonfirmasi positif Covid-19, dalam rangka memenuhi hak daripada peserta maka BKN memerintahkan kepada BKD setempat untuk menyiapkan ruang khusus bagi peserta yang terpapar Covid 19. Untuk itu BKD Kalteng telah menyiapkan satu ruang khusus yang berisikan empat perangkat komputer yang nantinya akan digunakan oleh peserta yang terpapar Covid-19.

“Selain lima peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dijadwalkan melaksanakan SKD di BKD Kalteng, ada 1 peserta dari UPT BKN Banjarmasin yang juga akan tergabung bersama di BKD Kalteng,” katanya.

Pasalnya, ada satu peserta yang mendaftar formasinya di di Kalteng, namun mengikuti SKD di UPT BKN Banjarmasin dan terpapar Covid-19. Nantinya peserta tersebut akan mengikuti penjadwalan ulang di BKD Kalteng.

Sementara itu, Kepala UPT BKN Palangka Raya Sigit Ariwobowo, sejak pelaksanaan SKD pada 2 September lalu hingga kemarin, Rabu (22/9) terdapat tujuh peserta terpapar Covid-19. Di antaranya, satu peserta dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan sudah melaksanakan ujian penjadwalan ulang, satu peserta dari Kabupaten Tanah laut namun dibatalkan penjadwalan ulangnya karena peserta tidak bisa mengirimkan swab antigen positif.

“Ada satu peserta lainnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan satu orang dan sudah ujian penjadwalan ulang pula,” jawab Sigit.

Ditambahkannya, ada empat peserta terpapar Covid-19 dari peserta SKD Kejaksaan Agung dan sudah ujian penjadwalan ulang. “Namun, dari penjadawalan ulang itu dua peserta tidak hadir,” pungkasnya. (abw/ala)