PALANGA RAYA-Terhitung sejak 28 Agustus lalu, penambahan kasus Kalteng sudah tidak lagi berada di atas angka 200. Semakin hari angka kenaikan kasus Covid-19 terus mengalami perbaikan bahkan pada Kamis (16/9) selama penurunan kasus angka ini merupakan penambahan paling sedikit dengan jumlah kenaikan hanya 36 kasus dalam sehari.

Namun, kemarin, Jumat (17/9) kenaikan angka kasus tiba-tiba melonjak tinggi bahkan hampir menyentuh angka 300. Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya, terjadi kenaikan lebih dari delapan kali lipat, dari 36 ke 929. Padahal, dalam sepekan ini tidak terjadi angka kenaikan di atas 100.

Namun, berdasarkan penyampaikan data dari Satgas Covid-19 Kalteng, terjadi penyesuaian data di Kabupaten Kapuas. Pasalnya, di Kapuas terjadi penambahan 244 kasus baru, namun data ini dikarenakan adanya penyesuaian data sebelumnya yang pada dasarnya hanya 15 kasus baru di Kapuas, kemarin.

Sedangkan untuk angka kematian, seiring penurunan angka kasus Covid-19 maka angka kematian juga ikut turun. Beberapa waktu terakhir khususnya dalam sepekan terakhir masih bertahan di bawah angka lima. Kemarin, terlihat tidak ada penambahan kasus meninggal dalam satu hari alias nol.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, penurunan kasus yang terjadi di Kalteng ini memang multifaktor, seperti sumbangsih dari pelaksanaan vaksinasi di Kalteng yang tinggi dan juga penerapan protokol kesehatan (Prokes) oleh masyarakat.

“Iya, sumbangsih vaksin sangat jelas terhadap penurunan kasus ini, tetapi juga dengan penerapan prokes masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarakan update data capaian vaksinasi di Kalteng tercatat untuk masyarakat umum dosis pertama sudah berada di 18,47 persen dan dosis dua 10,55 persen. Untuk masyarakat umum ini sudah termasuk vaksinasi kepada ibu hamil. (lihat tabel)

“Kalau ibu hamil kami tidak lakukan pendataan secara khusus, tetapi masuk dalam kelompok rentan,” katanya saat dihubungi Jumat (17/9).

Sementara itu, untuk vaksinasi remaja remaja capaiannya berada di 4,41 untuk dosis pertama dan 1,71 dosis kedua. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi untuk remaja sudah terlaksana cukup banyak, hanya saja vaksinasi bagi remaja yang berusia 17 tahun lebih satu hari sistem akan memasukkan ke kelompok umum dan rentan. “Kami tetap mendorong agar masyarakat bisa divaksin minimal mencapai 70 persen,” pungkasnya. (abw/ala)