Perkembangan terbaru dari Kabupaten Pulang Pisau yang berstatus siaga darurat banjir, di Kecamatan Banana Tingang ada 455 kepala keluarga (KK) dan 455 rumah yang terdampak. Kecamatan Kahayan Tengah ada 162 KK dan 184 jiwa. Di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya ada 280 KK, 1.400 jiwa. Sementara di Desa Tanjung Taruna ada 233 KK, 791 jiwa, dan 3 unit fasilitas pendidikan yang terdampak banjir.

Sedangkan kondisi banjir di jalur Bukit Rawi, tepatnya di wilayah Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau berangsur surut. Debit air turun 1 sentimeter (cm). Tertera pada tiang pengukur ketinggian air 39 cm pada pukul 06.30 WIB. Panjang jalan yang terendam banjir kurang lebih 1,6 kilometer.

Untuk saat ini, akses jalur darat dilakukan penyekatan dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Hala itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas di beberapa titik yang dianggap rawan. Karena ada penurunan ketinggian air, jalan trans Kalimantan penghubung Kota Palangka Raya dan sejumlah kabupaten di wilayah Barito dan Gunung Mas sudah bisa dilewati kendaraan.

Namun, hanya kendaraan roda empat, enam, atau lebih yang diizinkan, mengingat genangan air masih tinggi dan terdapat aspal yang rusak dan berlubang akibat banjir.

Pengecekan arus lalu lintas pada daerah banjir tersebut ditangani langsung Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Rifki dan sejumlah pejabat satker Ditlantas. “Saat ini ketinggian air di beberapa titik mencapai lutut orang dewasa, kondisi jalan berlubang cukup dalam karena aspal yang terkikis air, jalan rusak yang terendam banjir kurang lebih sepanjang satu kilometer,” kata Rifki.

Karena itu pihaknya mengimbau agar mobil penumpang seperti minibus tidak melintas sementara waktu, karena cukup rawan terjadinya mogok pada area jalan yang rusak. “Masih aman jika dilewati kendaraan roda empat atau roda empat yang memiliki bodi kendaraan tinggi,” sebutnya.

Rifki menambahkan, keselamatan menjadi prioritas yang harus diperhatikan setiap pengendara, apalagi dalam kondisi banjir seperti saat ini. Jalan yang rusak akibat tergerus banjir dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan kecelakaan.

“Pengemudi kendaraan yang bisa melintas diharapkan mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lokasi. Setiap hari kami terus terjunkan personel untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas,” pungkasnya. (kaltengpos)