Banjir cukup parah juga terjadi di Kota Palangka Raya. 12 kelurahan terendam banjir sehingga menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak (data lengkap baca di tabel). Banjir ini akibat naiknya debit air di Sungai Kahayan dan Sungai Rungan. Salah satunya adalah Kelurahan Palangka.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan ada sekitar 328 Warga Kelurahan Palangka terdampak banjir. “Apakah terparah atau tidak saat ini, nyatanya cukup parah. Namun kita harapkan banjir kiriman ini agar bisa segera berangsur – angsur surut, sehingga masyarakat Kota Cantik khususnya yang terdampak banjir bisa kembali normal,” ungkap Fairid.

Untuk bantuan, juga saat ini terus dilakukan pendataan lebih lanjut oleh masing-masing lurah yang terdampak banjir. Dan pada hari ini Kecamatan Pahandut menyalurkan sebanyak 300 paket sembako di dua Kelurahan Pahandut dan Langkai.

Sedangkan untuk Pos Komando (Posko) pihaknya baru mendirikan Posko di Jalan Arut Kelurahan Palangka, untuk menghadapi cepat tanggap atau reaksi cepat apabila ada masyarakat yang membutuhkan evakuasi. Dan penanganan korban banjir, saat ini pihaknya bekerja sama dengan pihak polri, Dinas Sosial seperti tagana dan pihak lainnya seperti Emergency Response Palangka Raya (ERP) dalam hal penanganan banjir.

“Untuk kelurahan lain harap bersabar sedang kami data, dan tentunya akan segera kami lakukan kegiatan pembagian sembako serupa kepada korban banjir yang terjadi di beberapa kelurahan,” pungkasnya. Sementara itu, banjir terlihat cukup parah di kompleks mendawai dan Jalan Anoi. Tinggi air mencapai lutut orang dewasa. Bahkan air sudah memasuki rumah-rumah warga yang terdampak banjir

"Kita bisa lihat sendiri kondisi air meninggi di Kawasan Mendawai, kita juga melihat aktivitas warga sudah mulai terganggu akibat banjir," ungkap Wakapolresta Palangka Raya AKBP Andyantna saat memantau kondisi banjir. Pihaknya bersama tim gabungan TNI-Polri, BPBD dan relawan sudah mendirikan posko. Salah satunya di Jalan Arut, sekitar 50 meter dari titik banjir di permukiman warga.

“Kami juga akan melakukan patroli ke lokasi banjir, selain itu sarana prasana evakuasi juga sudah kita siapkan,” ucapnya. Misrianti, warga Komplek Mendawai yang terdampak banjir mendatangi Posko Bencana Banjir untuk meminta obat kepada tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya karena mengeluh gatal-gatal di bagian kulit.

“Dari kemarin sudah mengeluh gatal-gatal di kaki, pertama ya terasa gatal tiba-tiba bentol, bahkan anak saya luka di bentol yang gatal ada bernanah karena kaki banyak ketendam di air. Ini sekalian minta obat di posko kebetulan ada tim medis disitu," tuturnya. (kaltengpos)