PALANGKA RAYA-Banjir di Kalteng tahun ini terbilang sangat parah, lebih dari separo kabupaten/kota di Bumi Tambun Bungai tergenang. Bencana ini melumpuhkan aktivitas masyarakat. Beberapa titik yang menjadi akses utama penghubung antar daerah tergenang, salah satunya di ruas bukit rawi. Kurang lebih dua pekan terakhir, Jalur Trans Kalimantan poros tengah yang menjadi penghubung ibu kota provinsi Kalteng dengan kabupaten di wilayah Barito dan Kahayan lumpuh.

Kurang lebih dua pekan terakhir, banjir di ruas bukit rawi membuat lalu lintas kendaraan tersendat. Kemacetan panjang tak terhindarkan. Pengendara yang melintas baik dari arah Palangka Raya maupun sebaliknya harus bergiliran untuk lewat. Tak sedikit pengendara baik roda dua, roda empat hingga kendaraan bertonase besar yang terjebak. Pengendara roda dua lebih banyak menggunakan jasa perahu kelotok untuk lolos dari genangan.

“Saya sudah dua hari satu malam terjebak,” ucap sopir barang Solikin kepada Kalteng Pos, Minggu (12/9). Warga kelahiran Kediri itu terpaksa antre hendak melintas di ruas jalan antarkabupaten kota Desa Bukit Rawi, Pulang Pisau. Penderitaan Solikin juga dirasakan sopir-sopir lain yang memilih menunggu giliran melintas.

Pantauan Kalteng Pos di lokasi, antrean mencapai 500 meter. Baik yang dari dan menuju Palangka Raya. Beberapa kendaraan kecil terpaksa menahan diri atau putar balik untuk melintas di genangan air sepanjang 3 kilometer itu. Beberapa titik sudah mencapai pinggang orang dewasa. Kendaraan roda empat yang memaksa untuk melintas ada yang mogok jika kurang beruntung. Lebih sering kendaraan roda enam ke atas.

Bagi kendaraan roda dua, terpaksa memakai jasa perahu kecil atau kelotok untuk menyeberang. Rp70 ribu untuk sekali berangkat. Untuk tarif per orang Rp30 ribu. Antrean juga tampak terlihat. Banyaknya lalu lalang perahu kecil di lokasi, sempat terjadi insiden tabrakan. Dua perahu kecil saling bertabrakan. Untung, empat penumpang dan sebagian besar barang berharga berhasil diselamatkan.

“Tadi kami baru berangkat. Penumpang ada empat dengan saya. Saat akan belok, dari arah berlawanan muncul kelotok. Setelah menabrak kelotok yang saya tumpangi, langsung tenggelam. Mungkin kelebihan beban,” ujar salah satu penumpang kepada Kalteng Pos.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kaltng Kombes Pol Rifki mengatakan bahwa karena debit air tinggi di ruas jaln Bukit Rawi, maka petugas di lapangan terus berupaya mengatur arus lalulintas agat tidak terganggu. “Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat jalan masih terendam, sehingga dapat menganggu arus lalulintas,” katanya kepada Kalteng Pos, Minggu (12/9).

Arus lalulintas dilakukan buka tutup oleh. Namun 10 sampai 15 ramor yang dijalankan mengingat ada beberapa titik lobang yang dalam. “Untuk pengendara kendaraan bermotor agar waspada dan berhati-hati pada saat melewati ruas jalan yang tergenang oleh banjir. Itu dikarenakan banyaknya lobang di sepanjang jalan tersebut dan selalu ikuti imbauan petugas,” harapnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro menambahkan bahwa jalan yang tergenang kurang lebih 3 km dengan kedalaman hari ini titik terendah 55 cm dan titik terdalam 80 cm. "Sementara kendaraan kecil tidak disarankan untuk lewat karena akan kandas dan mogok di tengah banjir sehingga sebabkan kemacetan," tegasnya.

Untuk kendaraan lebih roda 6 muatan berat dan besar dihimbau untuk melintas pada malam hari rawan terguling di lokasi menyebabkan kemacetan. Sehingga memerlukan waktu ekstra untuk evakuasi kendaraan tersebut.

Kapolsek Kahayan Tengah Iptu Rozikin saat dihubungi per telepon mengatakan, kondisi banjir yang menggenangi ruas jalan tersebut hingga kini sangat parah. Pihaknya memaksakan menutup sementara untuk kendaraan roda dua dan hanya kendaraan tertentu yang bisa melewati area banjir. “Sementara kita tutup, karena banjir sangat parah, namun untuk membuka arus lalu lintas kita sembari melihat kondisi banjir apabila bisa kita kendalikan, kita buka secara perlahan sembari mengatur kendaraan yang melintas,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang semakin parah, alhasil petugas di lokasi untuk sementara waktu menutup arus lalu lintas, sebagian jenis kendaraan seperti truk besar masih bisa melewati area banjir yang dalam, namun untuk kendaraan pribadi diimbau supaya tidak memaksakan untuk menerobos banjir karena keadaan debit air semakin meninggi.

“Kami imbau untuk mobil kecil atau mobil pribadi supaya menahan diri sementara waktu untuk mencegah mogok dan amblas di area titik yang rawan karena bisa berakibat kendaraan bisa tersangkut dan terguling bahkan sekarang ada kendaraan truk tangki yang sangkut ikut membuat kemacetan, maka dari itu untuk arus lalu lintas dari arah Kurun dan sebaliknya sementara kita tutup,"ungkapnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy mengatakan bahwa kondisi banjir di ruas bukit rawi menyebabkan arus lalu lintas belum lancar. “Tadi pagi (kemarin pagi) kami sudah minta Dishub Pulpis untuk mengkoordinasikan dengan Polres Pulpis untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk menunda terlebih dahulu perjalanan yang melintas lokasi tersebut,” harapnya.

“Termasuk angkutan truk diminta tidak melintas dulu. Untuk angkutan sembako atau bapokting agar dikomunikasi dengan anggota di lapangan,” tambahnya. (ena/ram/ahm/nue/sja/abw/ala)