PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA- Pemadam gabungan baik dari kepolisian, BPBD, dan relawan berjibaku melawan api. Kegelapan malam tak jadi penghalang untuk memadamkan sepetak lahan gambut di Jalan Tjilik Riwut Km 16 yang terbakar, Senin malam (14/6). Belum diketahui pasti, apakah lahan yang sudah dibersihkan sebelumnya itu ada dugaan kesengajaan atau tidak. Polisi sejauh ini masih melakukan penyelidikan.

"Untuk penyebab, dan luas lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan,"ucap Kapolsek Bukit Batu Ipda Dedi Satrya Wiranto saat di lokasi.

Petugas mendapat laporan sekitar pukul 22.00 WIB. Api sendiri sudah bisa dikuasai kurang dari satu jam. Polisi pun mengorek keterangan dari penjaga lahan. Sumiati (47) dan suami menempati rumah kayu persis berdekatan dengan lahan itu. Dia mengatakan baru dua bulan berdiam di lokasi, dan mengaku tidak tahu menahu ikhwal awal mula api. Pemilik lahan sendiri bernama Rapius yang berada di Lamandau.

Sumiati bersama suaminya baru mengetahui adanya kebaran setiba dari pusat Kota Palangka Raya membeli peralatan perkebunan. "Saat itu saya sama suami lagi bertamu ke rumah teman usai dari Palangka Raya belanja alat kebun, pas pukul 22.00 WIB saya lihat banyak mobil pemadam lewat, akhirnya saya berdua suami bergegas pulang dan ternyata lahan di belakang rumah saya terbakar,"ungkapnya Kepada Kalteng Pos. "Saat berangkat sekitar pukul 19.00 WIB, tidak ada membakar sisa-sisa tebasan, memang ada di situ bekas lahan yang dibersihkan saat membangun rumah, itupun hanya beberapa luasnya, dan tidak dibakar,"tambahnya.

Terpisah, Alfandy,selaku Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Tjilik Riwut Palangka Raya mengatakan, sebagian wilayah Kalteng khususnya di wilayah bagian tenggara sudah memasuki musim kemarau. Sedangkan di sebagian wilayah lain memasuki pergantian musim pancaroba.

“Bisa dikatakan untuk saat ini hampir sekitar 70 persen wilayah Kalteng memasuki masa pergantian musim dari hujan ke kemarau,” ujar Alfandy saat ditemui di kantornya, Selasa (15/6).