PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA– Sidang kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal di PDAM Kapuas dengan Terdakwa Widodo, mantan Dirut PDAM Kapuas kembali di gelar di Pengadilan Tipikor, Kamis (10/6). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Alfon yang dibantu dua hakim anggota yakni Annuar sakti Siregar dan Irfanul Hakim.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Kalteng sejatinya memanggil tiga orang saksi. Yakni, Hutomo B Sugianto alias Tomy dan M Khaerul Anam alias Anam, serta saksi ahli auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalteng, Arief Sunardi.

Sayang, dua nama pertama tidak hadir langsung di dalam ruang sidang. Menurut keterangan dari salah seorang anggota tim JPU Sustine Pridawati, alasan ketidakhadiran kedua saksi tersebut karena sudah tidak lagi bertempat tinggal di alamatnya yang terdahulu. Sehingga pihak JPU mengaku sudah tidak bisa lagi menghadirkan kedua saksi tersebut di persidangan kasus korupsi ini.

JPU akhirnya membacakan isi keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) dari dua orang saksi penting yang tidak hadir. Mendengar hal itu sontak saja tim penasihat hukum dari Widodo, Morison Sihitte menyatakan keberatan. Kehadiran keterangan dari Tomy dan Anam di ruangan persidangan ini sangat penting dalam memperjelas perkara kasus ini.

“Kami sangat mengharapkan saksi yang dua ini karena saksi Tomy dan Anam, yang dalam kesaksian sebelumnya namanya sudah disebutkan. Jadi sebenarnya kami mengharapkan dia dihadirkan,“seru Morison.

Alfon kemudian menawarkan, akan mencatat keberatan dari pihak penasihat hukum terdakwa Widodo itu di dalam nota persidangan tersebut.