PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA-Bulan ini Kalteng sudah memasuki musim kemarau. Meskipun prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kemarau tahun ini tidak terlalu parah, tapi semua pihak diminta tetap mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa menimbulkan bencana kabut asap. Harus bisa dicegah dan diantisipasi sedini mungkin.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng Erlin Hardi mengatakan, pemeritah provinsi sudah melakukan antisipasi terhadap karhutla.

“Kalau sarana prasarana sudah siap. Untuk dana, kalau sudah status, maka akan pakai dana BTT. Kami tetap pantau kondisi di 14 kabupaten/kota. Yang lebih menjadi fokus kami adalah daerah yang bergambut,” kata Erlin kepada Kalteng Pos, Minggu (6/6).

Ditambahkan Erlin Hardi bahwa langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya lebih pada upaya pencegahan. Tiap kabupaten/kota diminta pemprov untuk lebih intens dalam memantau wilayah yang berpotensi besar terjadi karhutla dengan rutin melaksanakan patroli.

“Tiap hari kami koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar menyampaikan laporan bencana yang terjadi di daerah masing-masing serta tindakan untuk pemadaman segera bila terjadi karhutla," tegasnya.

Bergitu juga, tambah Erlin Hardi, apabila terpantau hotspot. Diharapkan BPBD kabupaten/kota segera melakukan pengecekan untuk memastikan, sehinga bisa dilakukan penanganan secepatnya.