Banyak hal yang bisa dilakukan anak bangsa dalam rangka memperingati hari-hari besar nasional. Seperti pada Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Juni. Kaum muda di Bumi Tambun Bungai pun tak mau ketinggalan. Mereka mengisinya dengan kegiatan positif.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

PERJUANGAN menggapai kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tentunya tidak lepas dari kontribusi pemuda-pemudi kala itu. Namun perjuangan tak berhenti di situ. Meski saat ini Indonesia telah merdeka dari penjajahan, tapi kaum muda punya tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan cara memajukan bangsa dan negara.

Pemuda pada 76 tahun lalu telah berjuang dengan cucuran keringat bahkan hingga mengorbankan nyawa demi kemerdekaan. Karena itu merupakan tugas kaum muda masa kini untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui cucuran pemikiran inovatif untuk kemajuan bangsa dan negara.

Pemuda-pemuda Kalteng misalnya. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, mereka menggelar kegiatan yang menjadi dasar untuk memajukan bangsa ke depan. Membagikan buku kepada masyarakat, sebagai salah satu langkah menumbuhkan minat literasi masyarakat, khususnya generasi muda bangsa.

Sedekah buku sebutannya. Merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Duta Baca Indonesia yang juga diterapkan oleh Duta Baca Kalteng Glory Kriswantara di Bumi Tambun Bungai ini. Kemarin (1/6) tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila kegiatan ini digelar.

Duta Baca Kalteng Glory Kriswantara mengatakan, sedekah buku ini dimulai dari ibu kota provinsi, Palangka Raya. Kegiatan yang dilakukan adalah membagikan buku-buku kepada masyarakat, khususnya yang berdomisili di pinggiran Kota Palangka Raya.

“Kegiatan ini dalam rangka mendukung inisiasi kegiatan Duta Baca Indonesia Gol A Gong, sehingga Hari Lahir Pancasila ini sekaligus melahirkan gerakan baru sembako buku,” katanya saat dibincangi Kalteng Pos, Selasa (1/6).

Ia menambahkan, sedekah buku ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak memiliki buku maupun kesempatan membaca buku. Misal saja pedagang pinggir jalan, tukang parkir, dan lainnya yang dianggap perlu mendapat perhatian agar dapat meluangkan waktu membaca buku.

“Kegiatan sembako buku ini serentak dilaksanakan se-Indonesia,” tutur Glory kepada Kalteng Pos.

Diungkapkannya, kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan berbagai komunitas di Kalteng. Mengenai sasaran pembagian buku, untuk saat ini pihaknya fokus pada wilayah Kota Palangka Raya, terutama wilayah pinggiran.

“Mencakup Pelabuhan Rambang, Pasar Besar, wilayah Mendawai, Puntun, dan Flamboyan,” bebernya.

Pengadaan buku-buku yang disedekahkan itu mengandalkan dana pribadi para pelaksana kegiatan serta sumbangan dari donatur. Gerakan ini, lanjut dia, juga untuk membangkitkan masyarakat yang memiliki buku dan ingin menyumbangkannya, lantaran kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan berbagai.

“Gerakan ini merupakan kegiatan besar, apalagi bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila,” katanya.

Glory menuturkan, kegiatan serupa bakal dilaksanakan secara rutin ke depan. Soal jadwal dan titik-titik lokasi sasaran akan dibahas lagi ke depan. Pihaknya akan terlebih dahulu melihat respons atau antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini.

“Jadwalnya nanti bisa bulanan atau mingguan dan lokasinya pun akan disusun,” ucapnya.

Dikatakan Glory, di beberapa daerah sudah melaksanakan kegiatan serupa, berupa pembagian sembako serta buku-buku. Karena kegiatan ini masih baru di Kalteng, maka pembagiannya berupa buku saja. Pihaknya berharap ke depannya selain buku yang dibagikan, bisa disertakan dengan sembako.

“Buku yang disumbangkan bisa baru atau bekas, asalkan masih layak dan masuk dalam kategori,” ucapnya.

Buku yang dibagikan menyesuaikan kategori sasaran. Misalnya untuk anak-anak, maka yang dibagikan adalah buku-buku yang khusus untuk usia anak. Begitu pun dengan kelompok remaja dan dewasa. Selain membagikan buku, kelompok sasaran juga diajak untuk meluangkan waktu membaca buku yang dibagikan itu.

“Kami lihat masyarakat cukup antusias, seperti yang kami saksikan, setelah menerima buku-buku itu, mereka langsung baca, bahkan ada beberapa warga yang berdatangan dan minta supaya dibagikan juga,” ujarnya.

Ke depan, sasaran tidak hanya di lingkup ibu kota, tetapi juga daerah-daerah lain. Khusus wilayah Kota Palangka, yang masih akan dikunjungi yakni daerah-daerah pinggiran kota seperti Kereng Bangkirai, Tanjung Pinang, Rakumpit, dan daerah lainnya. (*/ce/ala)