PROKAL.CO,

TAMIANG LAYANG - Kasus arisan fiktif yang menjerat Norjariah terus bergulir. Ibu rumah tangga (IRT) berusia 35 tahun tersebut terancam hukuman empat tahun penjara. Korban juga diperkirakan terus bertambah dan kerugian bisa mencapai Rp1,3 miliar.

Kapolres Bartim AKBP Afandi Eka Putra menyebutkan, NJ ditetapkan tersangkan dan dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan hukuman paling lama empat tahun penjara. Hingga saat ini, penyidik juga terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun korban.

"Sudah ada enam orang diperiksa termasuk korban, dan kemungkinan bertambah. Jika kerugian diprediksi mencapai Rp1,3 milar karena diduga masih ada sejumlah korban belum melapor," sebutnya didampingi Kasatreskrim Iptu Ekcy Widi Prawira dan Kapolsek Dusun Tengah Iptu Nur Heriyanto kepada awak media, Jumat (30/4).

Afandi berpangkat dua melati dibahunya itu menambahkan, kasus arisan fiktif itu berawal dari upaya tersangka mengelabui para korban. Berbekal dengan kartu arisan yang menjanjikan keuntungan setiap mata mencapai puluhan juta.

"Kita memberikan kesempatan kepada korban lain untuk melapor ke Polsek Dusun Tengah apabila menjadi korban," ucapnya.

Arisan fiktif tersebut berjalan sesuai dengan harapan tersangka. Ibarat gali lubang tutup lubang. Uang korban dibayarkan ke yang lain sehingga kekurangan dari keutungan menumpuk dan tidak sanggup terbayarkan.