PROKAL.CO,

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Kalteng dan jajaran DPRD Kalteng telah merumuskan sebanyak 19 rancangan peraturan daerah (Raperda) di 2020 ini. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mendorong untuk segera menuntaskan Raperda tentang Pengendalaian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selesai di 2020 ini.

Bahkan, pihaknya berharap agar penyelesaiakan raperda tersebut dapat diselesaikan sebelum peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Lantaran, raperda tersebut sangat diperlukan saat memasuki musim kemarau dan dikhawatirkan terjadinya karhutla seperti sebelum-sebelumnya.

“Saat ini sudah musim hujan dan tentunya nanti akan mengalami masa transisi ke musim kemarau, tentu perda tentang karhutla ini perlu menghadapi musim kemarau ini, apalagi raperda tersebut tunggakan yang belum selesai di 2019,” katanya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng.

Diungkapkannya, pada rapat koordinasi pimpinan (Rakorpim) Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng beberapa waktu lalu juga menjadi tuntutan dari DAD agar segera menyelesaikan Raperda tentang Perlindungan dan Pengakuan Hak-Hak Adat Dayak di Kalteng. Tentu saja, lanjutnya, hal ini juga menjadi prioritas agar segera diselesaikan pada 2020 ini.

“Iya, kami berharap agar pimpinan DPRD Kalteng segera memasukkan rancangan tersebut pada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD dan selanjutnya diagendakan untuk proses lebih lanjutnya,” ungkapnya.

Meskipun, tambah Fahrizal, usulan-usulan yang masuk dalam program pembentukan (propem) perda tersebut merupakan raperda yang dianggap sebagai prioritas. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan unsur pimpinan DPRD berhubungan dengan raperda tersebut.