MUARA TEWEH-Luapan air Sungai Barito di dataran rendah Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara mulai surut. Kini banjir kiriman menyasar ke Kecamatan Montallat, yang letaknya paling hilir Kabupaten Batara. Hingga saat ini, luapan air sungai telah menggenangi sebagian kawasan dari sembilan kecamatan, yakni Lahei Barat, Lahei, Teweh Tengah, Teweh Baru, Gunung Timang, Teweh Selatan, Teweh Timur, Gunung Purei dan Montallat.

Namun, keberadaan air itu dinamis. Setelah naik merendam rumah warga, keeesok harinya sudah surut kembali. "Banjir di Montallat kiriman dari hulu. Bila ada hujan deras di hulu, dampaknya ke Montallat," terang Kapolsek Montallat Iptu Tadik SH, Jumat (15/2).

Daerah yang paling dalam terendam yakni Kelurahan Montallat II dan Malegoi. Kedalaman air mencapai dua meter. Tadik menjelaskan, di Kecamatan Montallat terdapat enam desa dan empat kelurahan. Yang tidak terkena banjir hanyalah Kelurahan Tumpung Laung II.

Atas kondisi yang dialami, Polsek Montallat bersama kelompok nelayan berinisiatif memberikan bantuan 150 bungkus sembako. Bantuan difokuskan ke Malegoi dan Kelurahan Montallat II yang sangat parah terendam banjir.

Kendati demikian, rata-rata rumah yang dihuni warga berbentuk rumah panggung. Banjir ini langganan setiap tahun. Jadi, sudah dianggap biasa oleh masyarakat. 

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batara, Ghazali Montallatua mengungkapkan, kiriman banjir terjadi dari tiga sungai anak Sungai Barito. Sebab, Kabupaten Batara terletak di daerah aliran Sungai Barito. Posisi Kabupaten Batara terletak di tengah-tengah, sehingga setiap tahunnya mendapat banjir kiriman dari hulunya yakni wilayah Murung Raya.

"Di sini beda dengan Pulau Jawa. Banjir sangat dinamis. Terkadang hari ini banjir, besok sudah surut,” ujarnya.

Pemkab Batara belum bisa menetapkan status siaga bencana, sebab berdasarkan aturan, jumlah desa yang terkena banjir mestinya di atas 50 persen.Karena itu, untuk saat ini belum.

Meski demikian, Pemkab Batara selalu siap 1x24 jam untuk mendengar laporan masyarakat. Sebab, setiap turun hujan lebat, akan langsung terkena banjir. Untuk upaya penanganan bagi yang terkena banjir, Pemkab Batara membuka dapur umum serta membantu proses evakuasi. 

“Dapur umum ini menyebar. Bukan di satu tempat. Di mana ada warga mengungsi, akan dibuatkan dapur umum,” tandasnya. Ghazali mengimbau warga agar tetap berhati-hati menghadapi banjir. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tak diinginkan bersama.(cah/ari/ce/ala)